Battlefield

04:39 LuqyLugy 0 Comments

 
Apa hal di dunia ini yang belum pernah kamu rasakan? banyak. 

Namun ada suatu hal jahat yang sudah ku lakukan lebih dari sekedar menyakiti hati seseorang lalu pergi meninggalkannya begitu saja. Tidak memperdulikan seseorang atas perasaannya adalah rutinitas ku untuk hidup akhir-akhir ini. 

Dikelilingi orang-orang yang sangat peduli dan sangat menyayangi ku adalah sebuah berkah. Sangat penuh berkah tetapi akhir-akhir ini sepertinya berkah itu aku hempaskan. Ku membuat masalah yang sebenarnya tidak perlu ada. 

Benar kalau rasa cukup itu tidak pernah ada. Semu. 

Ada orang yang tidak pernah cukup harta menjadikannya semakin maruk. Sebutlah aku maruk akan rasa kasih dan sayang. Aku tidak pernah merasa cukup dicintai dan disayangi. Aku pernah membaca tulisan, bagi seseorang mencintai itu adalah sebuah perperangan, sementara bagi seseorang yang lain mencintai itu adalah berada di sebuah taman yang indah. 

Aku ingin berhenti merasa kurang dalam mencintai seseorang. Aku ingin dalam mencintai seseorang aku sudah merasa penuh sehingga orang tersebut tidak perlu khawatir atas luka-luka ku. Aku bisa menceritakannya dengan mudah, tanpa mengganggu hubungan ini. Dan membersamai juga dibersamai tidak lagi terasa seperti berperang. 

Ah... tapi bagaimana bisa merasa cukup, aku baru saja menjadi orang terjahat, teregois. Berperang, menyakiti hati orang yang melahirkan ku bahkan dengan hal yang jauh lebih tajam dari sebuah pedang, lalu meninggalkannya dalam kesunyian. Aku berhenti bercerita dan menjadikan semua baik-baik saja kabur dari hal yang ku sebut rumah. 

Semakin dewasa ternyata kabur menjadi jalan pintas yang semakin sering ku gunakan. Diam yang tidak bisa kulakukan secara otomatis kulakukan. Tanpa perintah. Mengabaikan menjadi hal yang biasa ku lakukan. Pura-pura tidak melihat pemberitahuan pesan maupun sambungan telfon yang masuk. Merasa bersalah namun rasa egois dan menjadi jahat kali ini pemenangnya. 

Bagaimana bisa mencintai orang lain sementara dalam mencintai aku selalu memasang mode bertahan? selalu merasa tidak lengkap? Bagaimana bisa mencintai ketika dalam diri banyak puzzle yang berantakan dan sudah lelah untuk dirapihkan?

0 comments: