Beradu.
Lautan kali ini sedang menunjukan emosinya. Tidak tenang namun tidak bisa juga dikatakan bergerumuh kencang. Protes alam semesta yang tidak pernah didengar manusia yang menempatinya seolah sealu mempunyai ruang maaf.
Berbeda dengan manusia yang sedang merenung menikmati riuhnya suara ombak dan lautan yang sedang beradu.
"Seperti bertengkar." Ujarnya pelan mendengar kembali. Rintik hujan perlahan mulai turun menambah berbagai macam suara dah gemuruh riuh suasana saat itu.
"Kali ini seperti isi kepala ku." Ia merebahkan dirinya membiarkan air rintik hujan yang berubah menjadi butir butir hujan membasahi tubuhnya.
Isi kepala yang sudah tidak lagi mengamuk tetapi terus berbicaa tiada henti.
"Apakah bisa aku serakah?"
"Apakah bisa aku meminta lebih?"
"Padahal Tuhan adala sekay-kaya tempat meminta."
"Tuhan adalah segalanya, manusia memberi batas."
Hujan yang kembali menemui Laut, dan Laut yang kembali menemui Hujan. Riuh seolah keduanya saling tidak ingin menemui.
Teringat sebuah kalimat. Bolehkan aku bahagia?

0 comments: