Malibu Nights by LANY

16:21 LuqyLugy 4 Comments

Hello gaes! welcome back to my blog ! *Gaya ala-ala anak vlogger. Kali ini gue mau bercerita tentang lagu ini. Kenapa? Karena banyak lirik-lirik disini yang in line aja sama hidup gue.
Gue mau ngasi liat sudut pandang gue akan lirik-lirik yang ada disini. Suka aja gue. Gue cerita dikit, awalnya gue gak suka lagu ini. Intronya terlalu mellow, dan gak pas aja menurut gue. Ternyata, pas gue baca liriknya.. Nyess krenyess lumayan. Bisa ngungkapin apa yang gak bisa gue ungkapin dalam percakapan. 
Oke kelamaan intro. Langsung aja. Selamat membaca :) 

[Verse 1]
There's no reason, there's no rhyme
Tidak ada alasan, tidak ada irama

I found myself blindsided by
Aku menemukan diriku yang dibutakan oleh

A feeling that I've never known 
Perasaan yang aku tidak pernah kenal

I'm dealing with it on my own
Aku berurusan dengan itu pada diriku sendiri

Phone is quite, walls are bare 
Telfon yang tenang, dinding yang kosong 


I drink myself to sleep, who cares?
Aku minum sendiri untuk tidur, siapa yang peduli?

No one even has to know
Tidak perlu ada yang harus tau

I'm dealing with it on my own
Aku berurusan dengan itu pada diriku sendiri

Diawal udah dikasi begitu banyak kata-kata yang menurut gue diumpamakan, kalau dia kesepian. Kalau ini akan sendiri dan sangat sunyi. Dan dia menjalaninya sendirian. Putus cinta? Pasti ngerasa sendiri kan? Mau bilang ke orang lain belum tentu akan sama. Bisa jadi pemikirannya akan beda. Dan orang itu gak akan selalu ada. Mau gak mau lo sendiri yang akan capek untuk bercerita dan memilih untuk sendiri.

Lirik yang bilang dia "minum untuk tidur, siapa yang peduli?". Sebegitu putus asanya dia sama dirinya sendiri sampai untuk tidur dia harus minum dulu. Taulah ya maksudnya minum dalam lagu barat. wkaka. Kalau minum aqua aja mah, ya gak tidur ada juga kembung. Oke receh maafkan.

Dan gak ada yang perlu tau. Pada akhirnya keputus asaan itu membuat kita mikir "yaudah sih siapa yang perlu tau juga?" Balik lagi "emang ada yang peduli?".  Banyak orang yang hanya bisa menyauti untuk mendengarkan jarang. Malah terkadang mereka nanya hanya untuk sekedar tau bukan untuk benar-benar peduli :)

[Chorus]
I got way too much time to be this hurt
Aku melewati banyak waktu untuk terluka

Somebody help, it's getting worse
Seseorang tolong aku, Ini menjadi begitu buruk

What do yo do with broken heart?
Apa yang akan kamu lakukan dengan patah hati?

Once the light fades, everything is dark
Sekalinya lampu memudar, semua menjadi gelap

Way too much whiskey in my blood
Terlalu banyak whiski di dalam darah ku

I feel my body giving up
Aku merasakan badan ku mulai menyerah

Can I hold on for another night?
Bisakah aku menahannya untuk malam lainnya?

What do I do with all this time? 
Apa yang telah aku lakukan selama ini?

Gue paling suka tiga lirik akhirnya. Gue banget. Hahaha. Kadang gue mikir, bisa gak ya gue bertahan untuk malam selanjutnya? Gue ngerasain badan gue udah gak bisa menopang apa yang gue mau. Kesibukan gue, apa yang selama ini gue jalanin. Gue ngerasa pelan-pelan gue ngerusak badan gue sendiri. Jangan ditanya sekarang gue sakit apa aja. wkakaka. Kapan-kapan gue cerita di next postingan. Gue lagi berjuang stay positive dan cari cara gimana setidaknya gue bisa mengatasi bagian-bagian terpuruk gue.

Dan kadang gak ada yang mengerti. Bahkan gue ngerasa gue gak punya teman cerita yang bisa ngerti gue, yang akhirnya gue nyerah untuk mendam itu sendiri dan lebih baik sendiri.
Gimana rasanya sakit sendirian? Gak ada yang peduli? Gapapa kok bahagia. Hahah gila anjir bohong banget. sakit. batin dan fisiknya.

Disatu sisi lo harus berpura-pura kalau lo baik baik aja dan ini udah menjadi hal yang biasa. Lo mau nangis dan mengeluh cuman sama Tuhan. Sosok manusia? Gak ada. Ketika lo memutuskan berharap dengan sosok manusia dan percaya maka disitu juga lo harus benar-benar siap akan rasa sakitnya tentang sebuah ekspektasi akan manusia itu. Dan lo adalah manusia yang tidak akan pernah puas, ekspektasi lo akan terus bertambah. Kalau gak mau sakit, ya sendiri aja. Sakit sendiri. Sendirian.

[Verse 2]

Heavy thoughts when it gets late 
Pikiran-pikiran yang memberatkan ketika itu terlambat

Put me in a fragile state
Menaruh aku di bagian rapuh

I wish I wasn't going home
Aku berharap aku saat itu tidak pergi ke rumah

Dealing with it on my own
Berurusan dengan itu dalam diriku

I'm praying but it's not enough
Aku berdoa tapi itu tidak cukup

I'm done, I don't believe in love
Aku sudahi, aku sudah tidak percaya dengan cinta

Learning how to let it go
Belajar untuk bagaimana merelakan itu pergi

Dealing with it on my own 
Berurusan dengan itu dalam diriku

Wahhhh parah banget yaa, ketika itu semua sudah tidak ada kata percaya dan membuat semua itu pergi secara perlahan. Gak ada yang bisa kamu lakukan hanya berserah diri, bahkan berdoa pun tidak tidak dapat ku percaya. Lelah.

Rasanya tidak percaya lagi dengan cinta itu karena terlalu sakit rasanya berharap dengan manusia. Belajar untuk mengikhlaskan pun membutuhkan waktu, gak pernah secepat itu untuk memaafkan seseorang yang menyakitinya dengan cara indahnya.

Kenapa indah? karena kadang kita terlalu goblok untuk terus bertahan sama orang yang sebenarnya sudah berkali kali menyakiti kita. Kalo yang gue baca di twitter kadang kita lupa kalau sudah jatuh cinta, lo akan punya toleransi yang lebih akan kesalahan orang yang lo sayang. Sampai akhirnya lo lelah sendiri, dan gak tau mau berbuat apa. Memutuskan untuk pergi pun sulit, sedangkan terus menerus mentolerir suatu kesalahan sudah terlalu sering dan lelah rasanya.

[Refrain]

I drive circles under street lights
Aku mengitari dibawah lampu lampu jalan

Nothing seems to clear my mind
Sepertinya tidak ada yang bisa menjernikan pikiran ku

I can't forget
Aku tidak bisa melupakannya

Get this out my head, so 
Bawa ini keluar dari kepala ku 
I drive, chasing Malibu nights
Aku mengemudi,  malam hari di Malibu

Nothing seems to heal my mind
Sepertinya tidak ada yang bisa menyembuhkan pikiran ku

I can't forget
Aku tidak bisa lupa

Sampai di bagian akhir, menurut pengalaman pribadi ketika sudah tidak tau ingin meluapkan kemana, paling asik emang berpergian sendiri. entah mengitari jalan atau pun untuk menenangkan pikiran.
Gue pernah diem di alun-alun suatu daerah sendirian sampai malam sekali melihat jalanan. Asik. Serius. kadang nenangin juga kok. :)

Gue balik dulu ah, wkakaa ini udah ngendep seminggu jadi gue langsung post aja yaaakk..
see you soon! :)

4 comments:

  1. baru pertama denger lagunya, baca liryknya dan di terjemahkan,
    emang sangatt menyentuh sekali.
    perasaan yang Mati dan Enggan untuk percaya lagi dgn Cinta. tapi rasanya Hidup harus terus berjalan dan tidak berhenti begitu saja/ :)

    ReplyDelete
  2. Baru pertama denger lagunya sih,jadi ceritanya lagi seracing lagu-lagu gitu buat nambah playlist.terus nggak sengaja lihat judulnya nih "malibu nights" nah gue coba tuh puter lagunya,dan pas banget.gue sukanya lagu-lagu melow gitu kan yak,nah udah gue dengerin bermalem-malem terus baru searching lagi di gugel cari liriknya dan buhhhh...ngena banget buat yg lagi broken heart...hehehe

    ReplyDelete
  3. at least lagunya emang nyentuh bgt, kerasa bgt dari sudut pandang gue perempuan yang udah ngerasa ngapain sih harus in relationship capek ujungnya putus juga kan. i know its stupied think but i did'nt feel heartbreat again in this now. aku juga gatau, sorry jadi cerita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. haii chesse! I know right. I feel same with you, but sometimes I feel I'm missing to feel fall in love even the heartbreak. I miss the heartbreak too. hihihi funny right? aku berharap kamu bisa menemukan seseorang yang bisa buat kamu belajar akan semua perasaan yang ada di dunia, yang bisa kamu ajak untuk berbagi, sampai kamu terbiasa dengan rasa sakit, bahagia, disayangi maupun menyayangi :) no need to say sorry aku senang kalau blog ini bisa dijadikan tempat bercerita! ^^

      Delete