Happier by Marshmello ft. Bastille
Hai, gue lagi gak begitu mood untuk membahas sebuah lagu sebenarnya tapi lagu ini bagus kok buat dibongkar maknanya dan sebagai yang mewakili perasaan kali ya? heheheLagi gak pengen basa basi banyak, kadang dalam sebuah hubungan ada naik dan turunnya. Gue gak hanya membahas hubungan jalinan kasih asmara, tapi setiap hubungan general. Semua hubungan, entah hubungan lo dengan keluarga, atau sahabat, atau teman, gebetan, semua bisa.
[Intro]
Lately, I've been, I've been thinkingAkhir akhir ini aku telah, aku telah berpikir
I want you to be happier, I want you to be happierAku ingin kamu lebih bahagia, aku ingin kamu lebih bahagia
Di intro aja udah begini, sesuai sama judulnya. Karena konteks lagunya pasangan maka disini dia mau pasangannya untuk lebih bahagia.
[Verse 1]
When the morning comesKetika pagi datang
When we see what we've becomeKetika kita lihat melihat diri kita sekarang
In the cold light of day, we're a flame in the windDi cahaya pada hari yang dingin, kita api dalam angin
Entah kenapa scene yang gue pikirin itu cuacanya lagi dingin terus turun salju atau hujan dan ada sepasang kekasih yang lagi cekcok. Drama banget yaaa.. emang pikiran gue tuh lagi drama banget. Wkaka. Tapi berasanya gitu yaa, apalagi sekarang lagi musim ujan, bawaannya sedih unmood mulu, apa gue yang kurang bersyukur ya.
*edited: dan ternyata semua scene bayangan gue itu bertolak belakang dong dari MVnya hahaha. lanjooot dulu...
Not the fire that we've begunBukan seperti apa yang dulu
Every argument, every word we can't take backSetiap argumen, setiap kata yang tidak bisa ditarik kembali
Cause with all that has happenedKarena semuanya itu sudah terjadi
I think that we both know the way that this story endsAku pikir kita berdua tau jalan cerita ini berakhir
Dari sini sudah diketahui kalau cerita ini memutuskan untuk melepaskan demi kebahagiaan walaupun tak bahagia juga sih buat yang melepaskan. Dalam menjalin suatu hubungan hanya hubungan dengan orang tua yang membaik tanpa ada perkataan "maaf" eh gak juga ding setelah gue pikir-pikir hubungan apapun itu gak bisa membaik begitu saja dan tetap kata maaf itu perlu. Cuman yaa gitu kalau sama gebetan atau pacar pasti bakal pecah banget. Maksud gue bahkan komunikasi seperti ini sering banget kejadian di setiap orang yang belum sampai tahap menikah, based on circle gue. Kalau berantem argumen yang lo udah keluarin emang bisa ditarik kembali? Setiap argumen hanya akan menghasilkan penjelasan-penjelasan baru. Pada akhirnya melelahkan...
[Chorus]
Then only for a minuteDan hanya untuk beberapa menit
I want to change my mindAku ingin mengganti pemikiran ku
'Cause this just don't feel right to meKarena aku merasa ini tidak tepat buat ku
Hayoo siapa yang sering merasakan? ketika lo mau putus atau misalnya mikir "yakin?". Well, disini kayaknya semua pernah merasakan yaa gimana rasanya pas mau minta putus atau udahan, tapi disatu sisi lo takut banget ngerasa kehilangan. Tapi berada dihubungan yang buat lo sendiri menyerah, buat apa? tidak pernah merasa benar, bolak balik, plin plan. Mungkin kata yang pas bukan benar yaaa, karena ketika ada kata benar maka harus menerima bakal ada yang salah. Sementara dalam suatu hubungan benar dan salah gak selalu menghasilkan solusi. Mengalah dan bernegosiasi dalam suatu hubunganlah yang menurut gue bisa mereplace benar dan salah, untuk menghargai dan menjaga perasaan lawan bicara ataupun mungkin orang terkasih :)
I wanna raise your spiritsAku ingin membangkitkan semangat kamu
I want to see you smile butAku ingin melihat kamu tersenyum tapi
Know That means I'll have to leaveUntuk mengetahui itu berarti aku harus meninggalkan mu
Jadi gini, gue kan pengalamannya belum banyak tapi sering banget merasakan hal ini. Menurut gue di dalam lirik ini latar belakang sosialnya, perasaan yang selalu menyalahkan diri sendiri ketika pasangan atau lawan bicara atau teman hidup selalu kelihatan down atau sedih dan lo akan selalu merasa hubungan yang sedang lo jalanin adalah hubungan yang berat. Jadi salah satu jalan keluarnya adalah menghilangkan beban berat itu dengan mengatakan "kamu akan bahagia ketika aku pergi". Mungkin emang benar kayak begitu, tapi bagaimana kalau itu hanya perasaan sesaat dan hanya perasaan sepihak dari lo aja? Bagaimana kalau pas lo tinggalin ternyata dia makin parah dan makin sedih?
tapi kayaknya yang dimaksud di lagu ini bukan itu deh. Gue aja yang pikirannya udah kemana mana. wkakaka.
[Verse 2]
When the evening fallsKetika malam tiba
And I'm left there with my thoughtsDan aku ditinggalkan dengan pikiran-pikiran ku
And the image of you being with someone elseDan bayangan akan kamu dengan orang lain
Well, it's eating me up insideYa, itu menggerogoti ku dari dalam
Bayangan = berasumsi sendiri = menyakiti diri sendiri. Welcome to perasaan yang tidak pasti (?) but wait, sejak kapan perasaan pernah pasti? hehehe. dan kenapa galau itu selalu digambarkan ketika malam, terjebak dalam kesendirian dan akhirnya merasa sendiri, itu selalu pada malam hari. Pada akhirnya realitas yang tecipta di kehidupan sosial juga begitu. Kalau misalnya malam hari tuh pasti bahan pembicaraannya udah mellow banget sama siapapun. Atau jangan-jangan gue doang?
oh iya, pemikiran pemikiran yang berasumsi sendiri menurut gue dalam lagu ini bayangan ketika dia dengan orang lain itu emang benar-benar menghancurkan lo dari dalam sih. Gak langsung ancur, yaa pelan - pelan tapi pasti.
But we ran our course, we pretended we're okayTapi kita tetap berada ditujuan kita, kita berpura-pura bahwa kita baik-baik saja
Now if we jump together, at least we can swingSekarang jika kita meloncat bersama, paling tidak kita bisa berayun
Far away from the wreck we madesangat jauh dari kehancuran yang kita buat
Gimana rasanya berada disuatu hubungan yang penuh dengan kebohongan? Sama-sama berpura-pura? bertahan untuk kepura-puraan? bahagia? bareng bareng menghindar dari kesalahan masing-masing? terus udah gitu aja? Heuuuu.... capek. Kepura-puraan itu gak baik. Entah itu dengan siapa saja. Toxic.
[Outro]
So I'll go, I'll goJadi aku akan pergi, aku akan pergi
I will go, go, goAku bakal pergi, pergi, pergi.
Kalau gue menafsirkannya dia pergi bukan untuk membuat doinya lebih bahagia. Tapi dia pergi untuk melindungi dirinya sendiri dari rasa sakit dan juga hubungan yang melelahkan. Dia pergi untuk dirinya sendiri. Dia pergi untuk merasa lebih baik dan mau hidup yang tidak ada beban.
Karena pada dasarnya hubungan yang sehat itu tidak ternilai harganya. Komunikasi dengan lawan bicara tentang apa yang sebenanrnya lo rasain berusaha saling menghargai dan mengerti. Saling menjelaskan posisi masing-masing TIDAK BERASUMSI SENDIRI akan PERASAAN ORANG LAIN, dan lo juga jangan pernah menutupi perasaan lo yang sebenarnya.
Hubungan yang saling menerima, saling memahami, lagi-lagi itu gak ternilai harganya.
Sebagai penutup gue ada kata-kata dari Marshmello tentang lagu ini.
"Toxic relationship, letting go of things I didn't want to, and just situations where happiness came with a sacrifice."


membangun
ReplyDeleteyang lebih membangun
ReplyDelete