Happier by Marshmello ft. Bastille

13:18 LuqyLugy 2 Comments

Hai, gue lagi gak begitu mood untuk membahas sebuah lagu sebenarnya tapi lagu ini bagus kok buat dibongkar maknanya dan sebagai yang mewakili perasaan kali ya? hehehe
Lagi gak pengen basa basi banyak, kadang dalam sebuah hubungan ada naik dan turunnya. Gue gak hanya membahas hubungan jalinan kasih asmara, tapi setiap hubungan general. Semua hubungan, entah hubungan lo dengan keluarga, atau sahabat, atau teman, gebetan, semua bisa.


[Intro]

Lately, I've been, I've been thinking 
Akhir akhir ini aku telah, aku telah berpikir

I want you to be happier, I want you to be happier
Aku ingin kamu lebih bahagia, aku ingin kamu lebih bahagia

Di intro aja udah begini, sesuai sama judulnya. Karena konteks lagunya pasangan maka disini dia mau pasangannya untuk lebih bahagia.

[Verse 1]

When the morning comes 
Ketika pagi datang

When we see what we've become
Ketika kita lihat melihat diri kita sekarang

In the cold light of day, we're a flame in the wind
Di cahaya pada hari yang dingin, kita api dalam angin

Entah kenapa scene yang gue pikirin itu cuacanya lagi dingin terus turun salju atau hujan dan ada sepasang kekasih yang lagi cekcok. Drama banget yaaa.. emang pikiran gue tuh lagi drama banget. Wkaka. Tapi berasanya gitu yaa, apalagi sekarang lagi musim ujan, bawaannya sedih unmood mulu, apa gue yang kurang bersyukur ya.

*edited: dan ternyata semua scene bayangan gue itu bertolak belakang dong dari MVnya hahaha. lanjooot dulu...

Not the fire that we've begun 
Bukan seperti apa yang dulu

Every argument, every word we can't take back 
Setiap argumen, setiap kata yang tidak bisa ditarik kembali

Cause with all that has happened
Karena semuanya itu sudah terjadi

I think that we both know the way that this story ends
Aku pikir kita berdua tau jalan cerita ini berakhir

Dari sini sudah diketahui kalau cerita ini memutuskan untuk melepaskan demi kebahagiaan walaupun tak bahagia juga sih buat yang melepaskan. Dalam menjalin suatu hubungan hanya hubungan dengan orang tua yang membaik tanpa ada perkataan "maaf" eh gak juga ding setelah gue pikir-pikir hubungan apapun itu gak bisa membaik begitu saja dan tetap kata maaf itu perlu. Cuman yaa gitu kalau sama gebetan atau pacar pasti bakal pecah banget. Maksud gue bahkan komunikasi seperti ini sering banget kejadian di setiap orang yang belum sampai tahap menikah, based on circle gue. Kalau berantem argumen yang lo udah keluarin emang bisa ditarik kembali? Setiap argumen hanya akan menghasilkan penjelasan-penjelasan baru. Pada akhirnya melelahkan...

[Chorus]

Then only for a minute
Dan hanya untuk beberapa menit

I want to change my mind
Aku ingin mengganti pemikiran ku

'Cause this just don't feel right to me
Karena aku merasa ini tidak tepat buat ku

Hayoo siapa yang sering merasakan? ketika lo mau putus atau misalnya mikir "yakin?". Well, disini kayaknya semua pernah merasakan yaa gimana rasanya pas mau minta putus atau udahan, tapi disatu sisi lo takut banget ngerasa kehilangan. Tapi berada dihubungan yang buat lo sendiri menyerah, buat apa? tidak pernah merasa benar, bolak balik, plin plan. Mungkin kata yang pas bukan benar yaaa, karena ketika ada kata benar maka harus menerima bakal ada yang salah. Sementara dalam suatu hubungan benar dan salah gak selalu menghasilkan solusi. Mengalah dan bernegosiasi dalam suatu hubunganlah yang menurut gue bisa mereplace benar dan salah, untuk menghargai dan menjaga perasaan lawan bicara ataupun mungkin orang terkasih :)

I wanna raise your spirits 
Aku ingin membangkitkan semangat kamu

I want to see you smile but 
Aku ingin melihat kamu tersenyum tapi

Know That means I'll have to leave
Untuk mengetahui itu berarti aku harus meninggalkan mu

Jadi gini, gue kan pengalamannya belum banyak tapi sering banget merasakan hal ini. Menurut gue di dalam lirik ini latar belakang sosialnya, perasaan yang selalu menyalahkan diri sendiri ketika pasangan atau lawan bicara atau teman hidup selalu kelihatan down atau sedih dan lo akan selalu merasa hubungan yang sedang lo jalanin adalah hubungan yang berat. Jadi salah satu jalan keluarnya adalah menghilangkan beban berat itu dengan mengatakan "kamu akan bahagia ketika aku pergi". Mungkin emang benar kayak begitu, tapi bagaimana kalau itu hanya perasaan sesaat dan hanya perasaan sepihak dari lo aja? Bagaimana kalau pas lo tinggalin ternyata dia makin parah dan makin sedih?
tapi kayaknya yang dimaksud di lagu ini bukan itu deh. Gue aja yang pikirannya udah kemana mana. wkakaka.

[Verse 2]

When the evening falls 
Ketika  malam tiba

And I'm left there with my thoughts
Dan aku ditinggalkan dengan pikiran-pikiran ku

And the image of you being with someone else 
Dan bayangan akan kamu dengan orang lain

Well, it's eating me up inside
Ya, itu menggerogoti ku dari dalam

Bayangan = berasumsi sendiri = menyakiti diri sendiri. Welcome to perasaan yang tidak pasti (?) but wait, sejak kapan perasaan pernah pasti? hehehe. dan kenapa galau itu selalu digambarkan ketika malam, terjebak dalam kesendirian dan akhirnya merasa sendiri, itu selalu pada malam hari. Pada akhirnya realitas yang tecipta di kehidupan sosial juga begitu. Kalau misalnya malam hari tuh pasti bahan pembicaraannya udah mellow banget sama siapapun. Atau jangan-jangan gue doang?

oh iya, pemikiran pemikiran yang berasumsi sendiri menurut gue dalam lagu ini bayangan ketika dia dengan orang lain itu emang benar-benar menghancurkan lo dari dalam sih. Gak langsung ancur, yaa pelan - pelan tapi pasti.

But we ran our course, we pretended we're okay 
Tapi kita tetap berada ditujuan kita, kita berpura-pura bahwa kita baik-baik saja

Now if we jump together, at least we can swing 
Sekarang jika kita meloncat bersama, paling tidak kita bisa berayun

Far away from the wreck we made
sangat jauh dari  kehancuran yang kita buat

Gimana rasanya berada disuatu hubungan yang penuh dengan kebohongan? Sama-sama berpura-pura? bertahan untuk kepura-puraan? bahagia? bareng bareng menghindar dari kesalahan masing-masing? terus udah gitu aja? Heuuuu.... capek. Kepura-puraan itu gak baik. Entah itu dengan siapa saja. Toxic.

[Outro]

So I'll go, I'll go 
Jadi aku akan pergi, aku akan pergi
I will go, go, go
Aku bakal pergi, pergi, pergi.

Kalau gue menafsirkannya dia pergi bukan untuk membuat doinya lebih bahagia. Tapi dia pergi untuk melindungi dirinya sendiri dari rasa sakit dan juga hubungan yang melelahkan. Dia pergi untuk dirinya sendiri. Dia pergi untuk merasa lebih baik dan mau hidup yang tidak ada beban.
Karena pada dasarnya hubungan yang sehat itu tidak ternilai harganya. Komunikasi dengan lawan bicara tentang apa yang sebenanrnya lo rasain berusaha saling menghargai dan mengerti. Saling menjelaskan posisi masing-masing TIDAK BERASUMSI SENDIRI akan PERASAAN ORANG LAIN, dan lo juga jangan pernah menutupi perasaan lo yang sebenarnya.

Hubungan yang saling menerima, saling memahami, lagi-lagi itu gak ternilai harganya.

Sebagai penutup gue ada kata-kata dari Marshmello tentang lagu ini.

"Toxic relationship, letting go of things I didn't want to, and just situations where happiness came with a sacrifice."


2 comments: