Curcol : Five Feet Apart

19:18 LuqyLugy 2 Comments

Hellow, sekarang gue mau bikin suatu yang beda dari blog ini. Cerita apa yang gue rasain setelah gue nonton beberapa film di bioskop. Karena gue belum expert dalam mereview film, jadi gue namain ini curcol. Siapa tau di film yang gue tonton ada beberapa yang bisa gue curcolin gitu. Sama sekadar berbagi cerita gimana akan film ini. yeay!

oh iya SPOILER ALERT !

Source pict: pinterest

Bercerita tentang dua orang manusia yang menderita penyakit mematikan yaitu penyakit paru-paru yang membuat mereka harus rela terpisah jarak 6 kaki sebenarnya kalau gue gak salah 1,8m apa 1,6m yaa.. duh maafkan lupa. Memory saya jelek emang. wkakaka. Kisah perjuangan mereka diawali dengan si cowok yaitu Will merasa tertarik dengan Stella. Kenapa jadi lima kaki soalnya tongkat billiard yang dipake ukurannya lima kaki wkakaka. 

Will merupakan pasien baru di rumah sakit tempat Stella dirawat, mereka memang sakit paru-paru tapi dengan jenis penyakit yang berbeda. Stella masih akan tetap bertahan jika mendapatkan donor paru-paru sedangkan Will harus menjalani percobaan penyakitnya yang belum ada obatnya sampai saat ini.

Sakit mereka membuat mereka tidak bisa saling bersentuhan dan tidak bisa berkencan atau pun bercinta seperti kebanyakan manusia normalnya. Tapi diperlihatkan bahwa cinta mereka tulus.
Ada saat scene bagaimana Stella berjuang untuk Will agar Will percaya bahwa mereka berdua bisa menjalaninya, dengan video youtube :) thanks to kemajuan dunia tekhnologi saat ini.  Mereka berdua bisa bertahan dengan keadaan seperti ini, dan masih bisa hidup dengan keadaan dimana mereka tidak bisa bersentuhan walaupun ingin. Will? luluh akhirnya. Bahkan Stella berjuang mempersiapkan surprise yang membuat Will semakin jatuh cinta pastinya. Ahh.. Cinta.

Sampai akhirnya sahabat Stella, Poe yang juga merupakan penghuni rumah sakit dan memiliki sakit yang sama dengan Stella harus meninggal. Ya dari sinilah drama nangis berjamaah di bioskop dimulai. Poe digambarkan merupakan sosok yang bisa mencairkan suasana, sosok yang bisa menengahi permasalahan antara Will dan Stella dan juga Poe sosok yang menyenangkan. :) I wish Poe will have a better life. Kenapa sih sebegitunya si Poe meninggal orang-orang di bioskop nangis? Poe baru aja menerima dirinya bahwa dia juga bisa mencintai seseorang dan seseorang itu mau berjuang untuk dia. Sebuah perjuangan yang belum sempat dirasakan akhirnya harus terhalang maut itu sendiri.

Terciptalah konflik baru saat Poe meninggal, Stella marah karena Will tidak sengaja menyentuhnya saat Will ingin menenangkan Stella. Hal itu juga yang membuat Will berfikir bahwa demi kebaikan mereka berdua mereka harus berpisah. Ya berpisah dalam segi fisik. LDR? hahaha enggak kayaknya, dalam film ini kita bisa liat kalau Will dan Stella digambarkan tidak memiliki hubungan di masa depan. LDR? hanya akan memperburuk keadaan masing - masing sepertinya. Bagaimana perasaan tersiksa akan ingin bertemu tetapi tidak bisa, berusaha berjuang juga tidak mungkin, apa yang mau diperjuangkan? ada masa depan yang terlihat?

Setelah Poe meninggal banyak hal yang bisa dipelajari ketika lo mau berjuang dengan pasangan lo nantinya. Yang gue pelajari dari sikap Stella dia berani mengambil resiko, untuk menikmati hidup walau hidupnya terbilang beresiko banget kalau melakukan hal itu, ngajak ngajak Will lagi. Itu si Will mau mau aja lagi. Tapi emang gitu kan orang yang merasa kehilangan akan selalu gila. Ya, dia bisa melakukan semua hal yang gila yang mau dia lakuin. Hey, hidupnya tinggal sebentar buat apa hanya berdiam diri di rumah sakit. Nikmati hiduplah ! hahaha.

Ada kata - kata Stella yang cukup sedih yang membuat gue sendiri terenyuh, kalau gue gak salah inget ya, yang intinya, perawatan rumah sakit ini memang memperpanjang hidupnya tapi dia tidak pernah bisa merasakan hidup yang sesungguhnya. Buat apa perawatan itu semua? kalau hasilnya akan tetap sama. Menikmati hidup? tidak. Dia hanya bisa stuck dirumah sakit dengan segala larangan. Membuat semua orang percaya bahwa dia kuat padahal tidak, membuat semua orang percaya bahwa dia tangguh, dan bisa melewati segalanya padahal di dalam dirinya terdapat ketakutan yang begitu besar.

Pada akhirnya, Will dan Stella memutuskan untuk berpisah. Scene akhir akan sama seperti scene awal, sentuhan itu bermakna penting. Ah jangan lupa scene buku gambar yang bikin nangis bombay. Selagi kalian masih bisa untuk saling bersentuhan saling melihat, setidaknya saling berbicara tidak seperti Stella dan Will yang jelas tidak bisa ngapa-ngapain lagi. Yaa walaupun jadi kurang dosa kan ya. wkakaka. Maka sayangilah dia, apalah arti sebuah ego demi kebahagian orang yang kita sayangi? :) Kalian pasti bisa saling mengerti, memahami, menghormati apa yang pasangan mau. Memang sulit, amat sulit. Mengurusi diri sendiri saja rasanya sudah seperti mau mati. Apalagi berkomitmen dengan seseorang yang berarti harus mengkomunikasikan perasaan kamu sendiri dan juga mengerti posisi pasangan kamu. *Kalau lagi mellow gini jadi aku-kamu deh. abaikan mohon maaf.

Semangat bagi yang mencari pasangan nanti pasti bakal ada orang yang bisa memahami kamu sebagaimana kamu memahami dia juga. Cobaan pasti ada, tinggal bareng bareng aja gimana berjuang buat sama - sama ngadepinnya. Kalau gak berhasil mungkin lagi remidi yuk berjuang dan berusaha lagi buat sama sama mengerti dan berhenti saling menyakiti. I don't believe karma. Tapi gue orang yang percaya apa yang udah lo usahakan pasti akan lo dapatkan juga. Gue juga bukan orang yang percaya usaha tidak akan mengkhianati hasil. Gue orang yang percaya aksi sama dengan reaksi. Lebih logis menurut gue.
Jadi ketika lo merasakan lelah akan suatu hubungan, bisa jadi pasangan lo juga merasakan hal yang sama melelahkan. Mungkin kalian perlu berbicara dari hati kehati sambil sama - sama menurunkan ego masing-masing. Toh demi kebahagian bersama yakan?

Akhir kata. Terimakasih Five Feet Apart mengajarkan ku banyak hal akan suatu perjuangan dan mengajarkan aku untuk mengikhlaskan hal yang memang tidak bisa dipaksakan untuk bersama. 

Bagi yang belum nonton filmnya recommended kok, apalagi untuk yang dari kemarin butuh mau nangis tapi gak tau nangisnya kek gimana. Bisalah nangis berjamaah di bisokop jadi gak malu malu banget. 

See you on the next curcol curcol. 

Bonus Ost. Five Feet Apart 
Andy Grammer - Don't Give Up On Me (yaa ini mah wajib kudu banget malahan kan ya)
Brian Tyler, Breton Vivian - Code Blue (Inst.)
Brian Tyler, Breton Vivian - Breathe (Inst.)

2 comments:

  1. Thanks for sharing this information. I really like your blog post very much. You have really shared a informative and interesting blog post with people..
    Riverdale

    ReplyDelete