Coba Nyalakan Lampunya.

01:14 LuqyLugy 0 Comments

Terkadang aku menanggap aku aneh,
aku merasakan lelah tapi tak sanggup untuk terpejam.
Ingin terpejam selamanya
tapi terlalu takut untuk tidak bisa melihat tanpa cahaya.

Bodoh...
Tuhan memberikan udara untuk bernafas.
Kenapa selalu ingin melangkahi dan memaksa menyudahi?

Hanya sebuah kata lalu tersakiti?
Ringkih sekali.
Bagaimana kalau satu paragraf?
Ingin menyudahinya bersamaku?

Ah iya, pernah ku berkata berhenti.
Tidak. Semakin besar lukanya.
Bahkan sering ku taburi garam.

Bukan. Siapa yang bisa dipercaya?
Tangan untuk ku gapai? Tidak.
Tuhan.. hanya Tuhan yang saat ini mengerti.

Tapi penyangkalan akan Dia selalu mengerti
Selalu ada.
Manusia macam apa.
Mana syukur mu?

Egois? Bahagia?
Dirimu sendiri? Jangan memikirkan orang lain?
Diamlah.

Coba nyalakan lampunya...

0 comments: