The Last Time by Taylor Swift ft. Gary Lightbody
Oaaaaiaaaooooo… iya tau kok gak jelas salam pembukanya. Hehehe. Tbh, gue gak tau mau nulis apa. Taylor Swift akhir-akhir ini lagi rame gara-gara All too Well nya. Gue mau sapa minggu ini sama salah satu lagu bagusnya yang gak kalah bagus sama All too Well. So here is it, The Last Time.
Mungkin jarang ada yang tau lagu dia yang satu ini. Sebenarnya gue pribadi lebih suka The Last Time daripada All too Well sebelum muncul All too Well short movienya. Ini lagu gue jaman SMP kayaknya. Lagu patah hati sama cinta pertama. Eaa. Tapi masih tetap memaafkan. Lah? Harusnya dia gak sih yang terus-terus bisa memaafkan gue adalah sebuah keajaiban. Maafkan yaa. Malah curhat. Tapi emang blog ini adalah curhatan, soooo... ini diaaa The Last Time by Teteh geulis Taylor Swift bersama Abang Gary Lightbody
![]() |
| pict by genius |
[Gary]
I find myself at your door
Aku menemukan diriku sendiri berada di depan pintu mu
Just like all those times before
Sama seperti beberapa kali yang lalu
I'm not sure how I got there
Aku tidak yakin bagaimana aku bisa sampai di sana
All roads, they lead me here
Semua jalan membawa ku kembali ke sini
I imagine you are home
Aku membayangkan kamu berada di rumah
in your room, all alone
di dalam ruangan mu, sendirian
And you open your eyes into mine
dan kamu membuka mata mu menuju padaku
and everything feels better
dan semuanya terasa lebih baik
Ini bukan lagu yang okay sih. Awalnya mungkin terlihat baik. Tapi makin ke bawah ini punya hal yang sama kayak lagu Exile. Gue udah pernah juga cerita tentang Exile di sini https://artandhate.blogspot.com/2020/08/exile-by-taylor-swift-ft-bon-iver.html
Part ini bagian cowoknya, "kenapa yaaaa pas natap lo gue ngerasa baik. Bahkan lebih baik." Ada perasaan yang hanya bisa dengan tulus dilihat dari sepasang mata. Mungkin itu. Lo udah bisa nebak orang hanya dari tatapan matanya. Dan terkadang tatapan orang yang saling menyayangi itu menyembuhkan.
[Both]
And right before your eyes
Dan sesaat sebelum bertemu dengan tatapan mu
I'm breaking
Aku hancur
No past, no reasons why
Tidak dengan masa lalu, tida juga ada alasan mengapa
Just you and me...
Hanya ada aku dan kamu
Beuh people I told you, ini hanya kenikmatan yang sifatnya sementara dan fana. Hahahaahaha. Asli. Enggak sih tergantung pasangan lo juga. Gue gak pernah berhasil. Mungkin guenya. Gue pernah berada di titik terendah merasa hancur ngeliat tapi dia aja terasa baik. Ngeliat dia ketawa happy, gue oke. Bukan salah seorang mantan atau pun pacar tapi ngeliat dia baik gue ikut baik. Sama sekali gak ada masa lalu yang menghantui, gak ada kesalahan-kesalahan dan kebodohan kita yang dulu. Dan semuanya terasa baik.
[Chorus; Both]
This is the last time I'm asking you this
Ini terakhir kalinya aku menanyakan kamu ini
Put my name at the top of your list
Taruh namaku sebagai salah satu list teratas
This is the last time I'm asking you why
Ini terakhir kalinya aku menanyakan kamu mengapa
You break my heart in the blink of an eye, eye, eye
Kamu menghancurkan hatiku hanya dengan kedipan mata
Mba Tay pernah bilang kalau di chorus ini 'si cowok bilang ini terakhir kalinya dia nyakitin si cewek, dan si cewek bilang ini terakhir kalinya buat memaafkan si cowok.' Ini salah satu hal yang susah, berhenti menyakiti dan berhenti memberikan maaf. Can you?
[Taylor]
You find yourself at my door
Kamu menemukan dirimu sendiri di pintuku
And just like all those times before
Dan sama seperti beberapa kali yang lalu
You wear you best apology
Kamu mengucapkan kata maaf terbaikmu
But I was tehre to watch you leave
Tapi aku dulu berada di sana hanya untuk melihat mu pergi
And all the times I let you in
Dan setiap kali aku membiarkamu mu masuk
just for you to go again
hanya untuk membiarkan mu kembali pergi
Disappear when you come back
Menghilang ketika kamu kembali
Everything is better
Semuanya terasa lebih baik
Emang dia tuh penulis lirik yang jenius. Siapa yang kepikiran lagi nulis perasaan secara gamblang kalau selama ini 'aku ada hanya untuk melihat kamu pergi dan berulang kali kamu lakukan itu.' Gue yang baca kayak yaa Allah sakit. "Dan kamu masih mengharap kembali ketika semua itu terjadi berulang kali." Apa sih? Kenapa memutuskan pergi ketika nyaman dan menganggap itu rumah? Kenapa secepat itu memutuskan untuk lebih baik pergi daripada berjuang? Kenapa? Apakah karena dia gak pantes buat diperjuangin? Atau ngerasa malah diri sendiri gak pantes buat diperjuangkan?
[Both]
And right before your eyes, I'm aching
Dan sebelum bertemu dengan tatapan mu, Aku terluka
No past, nowhere to hide
Tidak masa lalu, tidak kemana-mana untuk bersembunyi
Just you and me...
Hanya aku dan kamu
Kalau dari baca-bacaan yang gue baca, ini kayak hanya satu orang dari hubungan itu yang berjuang dan berkorban. Dinyanyikan dengan penuh luka, ini dapet banget sih sakitnya. Emang lo ngerasain? Yaa gitu ngerasa-rasa dikittttttttt.
[Chorus: Both]
This is the last time you tell me I've got it wrong
Ini terakhir kalinya kamu mengatakan aku salah
This is the last time I say, "It's been you all along"
Ini terakhir kalinya aku mengatakan "Semua ini hanya tentang kamu."
This is the last time I let you in my door
Ini terkahir kalinya aku mengizinkan kamu masuk
This is the last time I won't hurt you anymore
Ini terakhir kalinya aku tidak akan menyakitimu lagi
Intinya ini terakhir kalinya gue bakal nerima lo lagi. Terkahir kalinya gue mau berjuang dan gak akan ada lagi. Tolong kali ini berjuangnya benar-benar berdua dan hubungan ini bukan hanya tentang kamu aja, ada aku juga. Self center gak pernah berhasil yakan? Gue tipe orang yang bisa balikan tapi kalo berkali-kali enggak. Kalaupun sekarang juga posisi yang gak mungkin buat balikan lagi sama mantan. Tapi di lagu ini buat balikan. Ini benar-benar terakhir kalinya buat berjuang (lagi).
Kadang buku yang udah di tulis the end-nya ada baiknya gak dibuat sequel-nya. Tapi ada juga yang berani untuk mengubah ending di buku pertama. Pilihan ini sama sekali gak ada yang salah ataupun benar. Selamat berjuang dalam menulis bukunya :)


0 comments: