Curcol : The Alpha Girl's Guide

13:08 LuqyLugy 0 Comments

 
Haaiiiii... Aku membawa curhatan buku awal tahun yang aku baca. The Alpha Girl's Guide karya Henry Manampiring atau kalau yang sudah lama ngikutin beliau biasa dipanggil Om Piring. 

pict by me

Buku pertamanya yang gue baca of course Filosofi Teras. Buku ini ada di mana-mana di rak Gramedia atau bahkan semua toko buku online, dengan sampul terbaru. Karena Filosofi Teras salah satu buku yang buat gue sadar dan moving on buat lanjutin skripsi makanya penasaran sama buku The Alpha Girl's Guide. 

Ternyata lumayan. Walaupun gue lebih suka Filosofi Teras, tapi buku ini juga lumayan buat lo khususnya perempuan yang mau cari cara gimana mengatasi diri sendiri. Lagi ngerasa insecure juga bisa baca buku ini walaupun menurut gue pribadi gak akan membantu banyak. Tapi setidaknya ada insight yang bisa memicu lo untuk menjadi perempuan yang lebih baik. 

Awalnya gue juga bingung ini buku untuk perempuan tapi penulisnya adalah laki-laki. Mungkin ada bias juga di situ. Tapi kalau menurut si buku a.k.a penulisnya, bukannya kalau laki-laki bisa memberikan pandangan yang lebih netral dan tidak subjektif? Ini debatable sih. Feel free buat di diskusikan. Seimbang karena di setiap babnya akan ada catatan atau kata-kata dari sudut pandang perempuan, "Alpha sister says..." 

Buku ini ngomongin apa sih? Banyak. Tapi bukan berarti buku ini bisa lo jadiin sebuah pedoman. Enggak. Eh kalo mau juga gapapa sih. Gue pribadi enggak. Karena menurut gue, lo bisa menjadi diri lo sendiri tanpa ada embel-embel alphanya. Alpha tuh pada dasarnya hanya sebuah label karakter yang ada pada sekelompok manusia. Alpha cenderung memiliki kontrol atas hidupnya yang lebih dibandingkan dari banyak orang. Well... kalau pemahaman gue kurang pas silahkan dikoreksi. 

Yang gue rasain ini lebih kayak gimana sosok perempuan jadi independent. Attitude lo dalam bersikap baik di dunia kerja atau pun saat sedang menjadi mahasiswa dalam pergaulan juga. Sifatnya positif. Makanya tadi gue bilang kalau buku ini ngasi lo insight gimana bersikap di society. Gue pribadi lagi mempersipkan diri ke dunia kerja, jadi buku ini cukup membantu gue menggambarkan apa yang harus gue persiapkan sebagai perempuan tanpa label alpha dalam dunia kerja nantinya. Entah itu membentengi kehidupan pribadi gue supaya tidak bercampur sama dunia kerja ataupun sebagai perempuan yang nantinya akan bersikap pada atasan, teman maupun bawahan.

Lo gak ngerasa diri lo alpha jadi gak bisa baca buku ini. Enggak. Siapapun bisa baca buku ini. Bahkan lo ngerasa diri lo alpha pasti ada di bagian buku ini yang lo gak ngerasa cocok dan itu wajar. Apa ada di buku ini yang gue gak ngerasa cocok? ada kok. Dalam bukunya ada pembanding antara sikap perempuan sama laki-laki dan it's okay. Lo bisa baca dan bisa mendebat juga. 

Yang sedikit mengusik gue, ada kata-kata yang bilang kalau perempuan memang mudah terinterfensi jadi jangan sampai mudah terinterfensi dan tetap bisa mempertahankan argumentasi. Konteks mungkin dalam pengambilan keputusan. 

Kalau gue justru lebih suka pemimpin perempuan karena ada saatnya perempuan memiliki empati atau simpati yang lebih dari laki-laki sehingga dia bisa melihat dari segala sudut pandang. Mungkin akan lebih baik lagi jika melihat segala sudut pandangan itu dengan tetap rasional, bukan berarti perempuan jadi gak rasional, gak gitu. Dalam hal ini terkadang empati itu perlu. Mengambil keputusan dengan naluri keibuan yang memang kita miliki itu kadang amat membantu. Bukan berarti kita menjadi mudah terinterfensi. Malah kadang di dunia yang sedang seperti ini kita butuh empati yang lebih. 

Nah back to this book. Gue suka di akhir ada interview dengan beberapa tokoh perempuan. Tentu ini lebih bisa lagi membantu lo ngelihat insight yang berbeda. 

Akhirnya yang bisa gue bilang, jangan terfokus pada sebuah label. Mau lo adalah alpha, beta ataupun gamma itu gak akan mengubah apapun. Yang ngubah adalah kalau lo terus menerus membenci diri sendiri tanpa ngasi kesempatan diri lo buat berkembang. Semua buku non fiksi yang gue baca rata-rata tentang mencintai diri sendiri. Jangan dzolim sama diri sendiri. Pokoknya ketika lo udah ngasi kesempatan sama diri sendiri dan bilang kalau diri lo sendiri aja berharga lo bakal lebih bisa menghargai orang lain. 

Setidaknya itu yang gue rasain abis baca buku ini. Kalau lo sayang sama diri lo sendiri pasti lo gak bakal ngebiarin diri lo ada di situasi yang buruk. Lo bakal berusaha terus menerus menjadi orang yang lebih baik. Random quotes dari buku ini yang gue share adalah ini, 

Kalaau kamu lebih mengerti apa yang sedang kamu alami, kamu juga bisa lebih bijak dalam mengatur diri sendiri. 

0 comments: