Curcol : Serangkai

19:21 LuqyLugy 0 Comments

 

Halluw, apa kabar? Gue? Kayaknya pas gue post ini harusnya gue sedang berada dalam kondisi stabil dan baik. Hahahaha. Semoga aja yaa... 

Kali ini gue mau bercerita soal novel yang langsung abis pas gue baca. Begadang bacanya dan berderai air mata di hampir tiap lembarnya. Judulnya Serangkai karya Valerie Patkar. Tapi dari pada Serangkai novel ini mewakili luka. Gue malah ngide kayaknya ini mah judul novelnya luka aja. 

Gue itu anaknya gampang banget kebawa emosinya pas baca novel. Novel karya Mba Vale yang ini jadi novel keduanya yang gue baca. Anaknya yang pertama yang gue baca itu, Nonversation, Maret tahun 2018. Iyap, empat tahun kemudian gue baru baca lagi bukunya yaitu Serangkai. Kok lama banget? Kok gak ada curcolan Nonversation? Gue sempet nulis tentang Nonversation secara singkat banget di main IG gue dan itu buat close friends. Hehehe. Yang gue inget soal Nonversation, gantung. Membekas banget ending-nya di gue. Hahahaha. 

Tahun ini gue baru tahu juga kalau ternyata Mba Vale taruh semua novelnya di Wattpad. Gue baca Wattpad tapi gue gak pernah tau kalau anak-anak Mba Vale dari Wattpad. Gue baca Nonversation tanpa tahu ada Wattpad nya Mba Vale. Gue pikir kan bukan adaptasi dari Wattpad yakkk. Tapi gue amat sangat bersyukur, karena gue gak punya ekspektasi apa-apa. 

Oke stop tentang Nonversation karena kali ini gue mau bahas Serangkai. 

Serangkai bercerita tentang Kai Deverra yang belum bisa menyembuhkan luka lamanya atas cinta pertama. Lalu ada seorang dokter bernama Kalina Maladivas N. yang membawa lukanya sampai terkadang lupa untuk hidup di dunianya sendiri. 

Alur ceritanya campur aduk kayak gado-gado tapi gak bikin pusing. Lo akan menikmati kok di setiap lembar kisahnya. Menikmati banget. Setiap karakternya digambarkan dengan pas. Mungkin kalau lo baca Claires lebih dulu lo akan mengenal Kai lebih dalam. Sayangnya gue sama sekali gak baca Claires, jadi mungkin cerita gue di sini akan sedikit timpang. Karena di Serangkai tidak terlalu bercerita tentang Kai. 

Buku pertama Mba Vale itu emang Claires, baca-baca sekilas katanya Serangkai ini adalah spin-off dari Claires. Jadi kalo lo mau lebih paham soal Deverra mungkin bisa mampir dulu ke Claires. Gue pribadi gak terlalu tertarik sama ceritanya Claires (ini gue baca dari sinopsis belakangan buku). Nah, anehnya Serangkai ini gue baca dan langsung gue mutusin buat beli hari itu juga gue beresin novel yang lagi gue baca terus lanjut baca Serangkai. 

Hasilnya, mata gue bengkak. Gak tidur semaleman plus nangis sampe sesak rasanya. 

Menganggkat bagaimana menyembuhkan luka. Bersamai luka itu, agar bisa hidup dengan waras. Bagaimana menghadapi sebuah luka yang tidak pernah lo bayangkan sebelumnya sementara orang-orang disekitar lo selalu bersiap akan luka itu. Ini cerita Divas. Bagaimana Divas paham akan menyembuhkan luka orang tetapi dia sendiri memilih untuk memendam luka itu, sendirian. Kalau punya teman kayak Divas, kayaknya dia juga paham akan menyembuhkan luka gue, tapi lupa menaruh kotak lukanya sendiri. 

Ah iya di belakang buku ada bilang begini, 

Tentang Deverra, 
Dari Divas, 
untuk Zacchio. 


Enggak gue gak setuju, ini sama sekali bukan tentang Deverra. Ini semua tentang Divas dan lukanya. Deverra? Seseorang yang bersamai Divas melewati lukanya. Simpel karena sayang dan cinta. Andai yaa dunia ini semudah itu dan seberani itu. Seseorang yang tanpa diminta untuk terus bersama kita karena alasan yang sederhana yaitu, "Sayang".  Cuman terkadang tulisan kita tidak sesempurna tulisan hidup Sang Pencipta. Apa yang kita harapkan selalu diberikan lebih sama Tuhan. Mungkin ditunggu aja? 

Yang bikin gue penasaran juga kenapa tiba-tiba ada Zacchio padahal di sinopsis belakangnya kagak ada sama sekali ngomongin Zacchio. Siapa nih? Selingkuhan? Masa lalu? 

Ternyata benar yaa luka yang paling berat itu adalah luka yang diberikan oleh orang yang paling kita sayang dan yang paling kita percaya. Divas tuh sayang sekali sama Zacchio saking sayangnya sampai ketika Zacchio menyembunyikannya sesuatu dari dirinya Divas sama sekali sulit untuk membencinya. Sampai dia habis digerogoti oleh lukanya sendiri. 

Iyaaakk! Cukupppppp... kalau gue terusin gue bisa sedih banget sih ini. Hahahaha. Gue juga heran kenapa buku-buku Mba Vale yang berjodoh sama gue itu tentang luka yang mendalam. Maksud gue, kenapa gue gak baca Claires aja yang ceritanya mungkin tentang hepi-hepi menemukan cinta sejati. Kenapa harus Nonversation sama Serangkai? 

Ada quotes yang gue suka di Serangkai. Iyalah gue gak naruh quotes tuh hampa, biar sekalian kalau gue buka ini, gue inget juga apa yang gue suka dari buku ini. 

"Nanti kalau kamu udah gede, Divas, kamu udah mulai rasain yang namanya jatuh cinta. Pilih orang yang sama-sama mau jatuh bareng kamu... pilih orang yang bisa angkat kamu dan mau sakit bareng kamu." 

"Dan kalau kamu udah ketemu orangnya. Jatuh, Vas... Jatuh sejatuh-jatuhnya buat dia. Sedih karena dia. Berjuang buat dia. Sakit untuk dia. Bahagia sama dia." 

Gimana rasanya jatuh sama orang yang mau jatuh juga sejatuh-jatuhnya bareng-bareng?

"... Tapi ternyata, orang yang paling menderita di sini adalah mereka yang bakal kita tinggal. Karena mereka yang akan menghadapi semua duka itu nanti. Sendiri."

Ditinggalkan tidak pernah menjadi salah satu pilihan buat gue. Tetapi di buku ini gue diajarkan bagaimana terluka karena ditinggalkan dan bagaimana belajar untuk merelakan. Mungkin sembuh membutuhkan waktu yang lama, tetapi kalau bukan dari diri sendiri yang meminta untuk sembuh maka kita gak akan pernah bisa sembuh. 

Jadi sembuhlah. Relakanlah lukanya. 

0 comments: