Curcol : Scars and others beautiful things
[Trigger warning mention of rape]
Halooo teman-teman, gimana hari-harinya baik? Semoga selalu baik dan gak perlu terus menerus merasa bahagia, tetapi bisa merasa baik dah cukup hebat kok. You're doing great. Bener deh.
Kok curcol lagiii?? Banyak banget nih konten curcol? Sebenarnya gue lagi susah nulis. Alias fokusnya gak sama cerita. Hahaha. Punya draft tapi gak punya waktu buat eksekusi cerita panjang. Nah sementara short storynya gak ada draft. Jadi semoga kalian gak bosen yaa gue menawarkan cerita-cerita efek dari gue membaca sebuah buku atau novel.
![]() |
| pict by me |
Kali ini gue mau cerita soal buku Winna Efendi yang berjudul Scars and other beautiful things. Seperti biasa, sebelum gue menjelaskan bukunya, gue mau cerita kenapa bisa ketemu buku ini? Jadi, gue, si manusia yang sedang berusaha baik dipaksa sama kakaknya buat ambil buku ini. Gue aslinya takut baca buku ini karena sinopsisnya yang dark. Cuman kaka gue bilang, "Yakin? Gak mau buku ini? Tentang healing loh?" Gue batin aja, untuk ukuran cerita healing ini lumayan tipis. Dan cerita di sampul belakang sangat trigger yaaa. Nah itu spoiler-spoiler awal. Dari semua buku di hari itu, gue diminta baca buku ini pertama. Oke.
Ternyata, novel ini worth to buy, sangat bagus untuk dibaca. Walaupun di Goodreads rate-nya biasa aja, masih 4 sih tapi emang untuk buku dengan genre metropop ini terlalu dark. Ini terlalu, menyakitkan? Gue juga sendiri gak yakin menyebutnya dengan apa.
Bercerita tentang Harper Simmons, perempuan yang mengalami pemerkosaan. Pelaku sama sekali tidak mendapatkan hukuman yang setimpal atas luka juga trauma yang dialami oleh Harper. Luka kecil aja gak pernah mudah apa lagi ini luka dipaksa atas apa yang tidak kita khendaki? Secara PAKSA menyerahkan apa yang kita jaga.
Seolah luka diperkosa itu belum dalam. Semua orang meragukan Harper, apakah dia sengaja? karena memang Scott Gideon (Pelaku) adalah orang yang terpandang. Jadi seolah-olah Harper-lah yang cari perhatian. Rasanya pas baca ini gue halal bilang BRENGSEK kenceng-kenceng. Siapa juga yang mau diperkosa brengsekkkkkkkk! Oke. Maaf.
Akhirnya apa? Trauma, tidak percaya sama diri sendiri. Selalu takut, suara malam itu menghantui setiap malamnya. Menyalahkan diri sendiri. Tau gak yang hebat dari novel ini? karena sudut pandangnya semua adalah Harper, kita seolah benar-benar dibawa merasakan rasa sakit Harper. Kebingungan, kesedihan, jatuh yang sejatuhnya. Semuanya bisa gue rasakan selama baca novel ini.
Beberapa kali gue narik nafas, buat berhenti. Karena memang butuh waktu untuk bacanya. Novel yang bikin gue beberapa kali kasihan melihat Harper tapi bukan "kasihan" itu yang dibutuhkan Harper. Bahkan dia sendiri bingung. Apa yang harus dia lakukan sekarang?
Novel ini tuh paket lengkap. Lengkap banget. Bukan cuman Harper, tapi semua bisa kelihatan. Harper's Dad yang juga berjuang, bukan hanya Harper yang terluka malam itu. Bahkan adik kembarnya Avery Simmons juga. Semuanya dijelaskan di novel ini.
Yang gue suka adalah bagaimana Harper memutuskan untuk hidup dan memberikan kesempatan kedua pada dirinya sendiri. Dia bangun dan sembuh atas khendaknya. Dia mau buat sembuh dan berusaha untuk sembuh. Ada quotes yang gue sukkkkkkaaa banget di novel ini,
Dalam masa sulit, kita tidak dapat keluar dari kegelapan sendirian. Kita menggenggam tangan orang-orang yang kita sayangi dan membiarkan mereka menarik kita ke tempat yang terang.
Yang gue paham di sini. Kalau lo sendiri gak pernah bisa mau berusaha untuk sembuh dan berusaha buat berubah maka semua orang juga gak bisa melakukan apa-apa. Gue liat cerita Harper dan Rachel (sahabatnya) yang benar-benar pernah gue rasain. Karena sekuat tenaga Rachel mengulurkan tangannya Harper tidak pernah melihatnya apalagi menerimanya. Akhirnya apa? Kehilangan. Bukan salah Rachel juga yang tidak mengerti. Semua butuh waktu itu benar adanya.
Waktu yaa... Dalam novel ini mungkin jawabannya waktu dan diri sendiri dalam melawan itu semua. Ini cerita yang kalo boleh gue bilang realistis. Semua perasaan benar-benar kerasa adanya. Winna Efendi berhasil memberi tahu bahwa luka itu juga bisa terlihat indah. Karena setiap melihat luka itu ada dua yang terlihat juga, luka bahwa pernah berada di titik terendah dan juga berhasil melewati luka itu dengan bangga.
![]() |
| pict by me |
Semangat berjuang buat para pejuang. Percayalah kalian tidak pernah sendirian.
Orang-orang terkuat bukanlah mereka yang menunjukkan kekuatan di hadapan dunia, melainkan mereka yang memenangkan pertarungan yang sama sekali tak diketahui oleh orang lain.



0 comments: