Curcol : Mismatch

09:26 LuqyLugy 0 Comments

 
[warning spoiler!]

YEAY! Finally, berhasil menyelesaikan beberapa buku untuk ditulis curhatannya juga di blog ini. Huaaahhh debunya pasti banyak banget. Gue hanya sempat bercerita sedikit-sedikit yang berkahir jadi draft di blog ini. 

Curhat sedikit tentang dunia yang sedang gue jalani saat ini, memang super duper susah cari waktu senggangnya. Kalau kalian gimana kabarnya? Semoga baik, sehat selalu, prokes tolong tetap yaa. Dunia mulai kembali tidak terlalu baik. :) 

Kali ini gue mau cerita soal salah satu novel yang gue baca random aja karena sinopsisnya kok mirip sama kisah hidup ini. Hahahahaha. Canda gak semirip itu sih. Tapi yaa ini salah satu novel yang akhirnya gue beli walaupun banyak yang bilang di goodreads kalau ini kisah yang klise. Tapi novel ini gue baca sekitar 4 hari. Karena memang lagi lowong dan I need to read something relate to my story life dan jadilah menamatkan novel ini dengan waktu yang singkat. 

pict by me

Bercerita tentang apa sih ini? Persahabat jadi cinta. See? Benarkan? I told you this story just... biasa. Cerita biasa tapi berlatar orang dewasa yang seperti merasakan kisah cinta anak SMP atau SMA. Gue jarang menemukan metropop yang latarnya persahabatan jadi cinta. Jadi mungkin yang membedakan novel ini sama novel-novel sahabat jadi cinta lainnya adalah kisah mereka merupakan kisah orang dewasa. Makanya ada beberapa konflik yang cepat selesai karena 'dewasa' nya itu. Dalam artian dewasa pemikiran yaaa, sama sekali gak ada dewasa yang aneh-aneh atau apapun yang lagi kalian pikirin sekarang. Big No. 

Oke, fokus lagi, fokus. Karakternya terdiri dari 3 perempuan dan 2 orang laki-laki yang mana Risa dan Gio lebih dulu bersahabat sejak kecil lalu bertemu mereka dengan Ken dan Mel. Nah, Adit adalah laki-laki terakhir yang akhirnya masuk ke dalam geng mereka. Katanya sih itung-itung biar si Adit ada temannya. 

Berlatar kisah manusia-manusia dengan umur hampir 30 tahun tiba-tiba mendapatkan surat undangan pernikahan dari sahabat mereka. Yep, Risa dan Adit tiba-tiba aja mendeklarasi mereka akan menikah padahal keduanya tidak pernah terlihat gembar gembor pacaran. Akhirnya Gio termotivasi buat melamar Ken seperti mengajak anak kecil main. "Ken main rumah-rumahan yuk?" padahal yang mau dilakuin itu bangun rumah tangga beneran. Kaget lah anak orang. 

Sekali lagi gue ingetin ini semua adalah cerita biasaaaaaa... yap benar Ken akhirnya menerima Gio dan mereka mulai dari awal hubungan as a couple. Tapi ternyata gak semudah itu yaa... gimanasih yang biasanya lo ngeliat sahabat tiba-tiba aja nih jadi pacar. Ken masih kagok soal itu. Sampai akhirnya konflik. Wah konflik nya tuh terbodoh, Gio bodoh, terbodoh. Pernikahan mereka di depan mata tetapi ternyata yang namanya jodoh itu gak kemana yaaa. 

Ada kata-kata Ken yang gue highlight

"Banyak hal yang terasa indah ketika kita merasa cukup, bukan?" 
- Kenizia, 2022
Akkk. Jujur, gue di sini adalah tim #KenPanji. Karena menurut gue yang bisa mendampingi pemikiran Ken itu ya Panji. Panji ini akan muncul di tengah-tengah novel. Baca novel ini benar-benar kayak baca cerita hidup kakak-soalnya gue 25 tahun-lo yang lagi pacaran terus merencanakan pernikahan. 

Gue tahu menyusun pernikahan apalagi menikah itu tidak mudah, dan menemukan pasangan di umur hampir kepala tiga atau bahkan kepala tiga itu juga hal yang sulit. Gue aja sekarang mohon-mohon mau ketemu partner hidup sama Tuhan. Gue mikirnya apalagi yang berusia di atas gue. Tapi walaupun kisahnya klise, novel ini gak sebiasa itu. Yang ending-nya mungkin akan kalian tebak sendiri. Gak gitu. Ada hal-hal dan yang menurut gue cerita di novel emang realitanya terjadi di dunia ini. Gak sefiksi itu. Untuk ukuran cerita fiksi, ini cukup realistis buat gue. 

Jadi itu dia curhatan gue buat novel ini. Ada satu lagi novel yang mau gue ceritain ditunggu aja yaaa. Udah selesai bacanya tinggal gue tulis aja. 

TERIMA KASIH. Apalagi yang baca sampai akhir cerita ke randoman gue ini. Thank You

See you very very soooon!

0 comments: