Semoga.

11:55 LuqyLugy 0 Comments


"Tau ga kenapa dunia tuh kadang jahat banget?"

"emang iya dunia jahat?"

Aku mendelik tajam ke arah lawan bicara ku yang saat ini sudah tersenyum jahil, 
"Tuhkan kamu tuh selalu mendebat apapun. Ini salah satu cara dunia jahat sama aku."

Lelaki itu tertawa mendengar jawaban ku. Lalu dia menatap ku lalu kembali bertanya dengan senyum yang masih bertengger di wajah manisnya. 
 
“Yaudah kenapa emangnya?”
 
Aku ikut tersenyum.

“Supaya kita kuat.” Jawab ku  

Dia menghampiri ku lalu memeluk ku dengan hangat,
“Nanti kalo dunianya jahat, kamu bisa ngadu kok. Ngadu. Marah aja. Tapi abis itu baikan yaa sama dunianya.” 

Aku mengangguk dalam pelukan hangatnya.

"Dunia gak pernah jahat kok sama Aku. Jarang malah. Aku aja yang terus menerus menganggap dunia jahat." 

"Yaaa gimana dunia mau jahat sama kamu. Kamunya galak." 

Melihat ekspresi ku saat ini dia tertawa, "Tuhhh liat aja. Mukanya galak. Siapa sih yang berani jahat sama muka ini," 

"Ih! Ini nih. Bukti kalau emang kamu tuh gak bisa jadi support system yang baik." 

Dia semakin tertawa mendengar jawaban ku. Lucunya walaupun aku kesal dengan tingkah dan jawabannya tetapi aku tidak bisa melepaskan pelukan hangat ini.

"Yaudah. Gak usah marah-marah. Udah." 

Dia kembali mengelus punggung ku. Menenangkan dan menyamankan ku. 

Bagaimana aku bisa marah dengan dunia ketika akan selalu ada yang menjadi samsak akan kemarahan ku atas segala hal. Terkadang menjadi kuat adalah bersama sosok ini, saat ini dan seterusnya. 

Semoga dunia tidak jahat dengan mengambilnya. Semoga. Yang selalu ku semogakan.

0 comments: