Bel
Katanya, I hate you but I love you jadi judul tulisan itu norak. Emang iya?
Iya sih yaa sekilas agak cheezzy gituuuu.
Hai, dunia mungkin ga selamanya baik, tapi dari baik dan tidak baik-nya (jahat) itu semua proses yang membuat kita semua menjadi lebih baik. Tulisan pertengahan tahun ini, banyak yang mau aku ceritakan. Ada cerita 'kejadian bandara' yang lucu, tapi we made it. We? Yes, we.
Membuka bab ke dua puluh tujuh ku dengan sesuatu yang manis. Tidak pernah mudah untuk keluar dari rasa nyaman. Memperjuangkan apa yang aku mau tidak pernah menjadi hal yang mudah, boleh ga sih aku bilang ini ga mudah? Boleh banget lah.
Setiap orang punya kisahnya masing-masing. Begitupun aku dan kamu. Kita.
"Mungkin saat ini masih menjadi cobaan untuk kita. Sampai pada waktunya. Nanti, ini adalah anugerah bagi kita berdua." Tulis mu pada buku catatan ku.
Setelah ku baca berulang kali dengan memori yang telah kita lalui, hal-hal baik yang kamu ingatkan, nasihatkan, hingga pintakan untuk aku lakukan. Kamu anugerah. Terima kasih pelan-pelan menjadikan hidupku menjadi lebih baik.
Bersamai kamu untuk sisa waktu yang kita miliki di dunia saat ini menjadi doa jangka panjang yang ku panjatkan kepada Tuhan. Semua rencana menuju baik dan baik aku terus panjatkan. Aku mohonkan. Sampai akhir nanti dikehidupan yang kekal ku berdoa kamu selalu menjadi bagian akhir dari perjalanan panjang ku, semoga tulisan ini menjadi pengingat bagi ku bagaimana besarnya rasa sayang ku hingga aku memohon dan meminta kepada Tuhan, kamulah ujung dari pencarian ku. Jika menyerah menyergap rasa dan pikiran ku maka tulisan ini bentuk bel yang akan mengingatkan aku.
Kamu berharga dihidup-ku. Aku sayang kamu.
Setelah aku pikir-pikir, Iya, judul I hate you but I love you terlalu luar biasa. Aku ganti aja yaa.

0 comments: