What should I do?
Hai...
Apa kabar? Kabar mu, tanpa ku, tanpa kita. Tanpa perasaan hadir yang sehebat itu. Apa kabar?
Kalau nanti di kehidupan selanjutnya akan kah kamu mau kembali memilih tangan ini untuk digenggam?
Hai...
Aku tahu banyak dan penuh sekali isi kepala mu, tidak terurai dan hanya bisa kamu diamkan. Sangat berbanding terbalik dengan ku bukan? Setengah mati aku mengurai isi kepala yang berisik ini.
Setiap doa ku, enggan ku sebutkan karena perasaan marah dan kesal ku. Jika rasanya sesakit ini kenapa kamu genggam dan buat ku percaya sepenuhnya, kamu... kamu lah akhir dari bab ceritaku.
Aku sangat tahu tanpa mu, aku akan baik-baik saja. Baik... bahkan dirimu tanpa mu yang itu jauh lebih baik.
Kalau merindukan aku maka sebut dan adukan aku dalam sujud mu.
Ku adukan. Ku selalu mengadu aku merindukan kamu. Ku selalu meminta untuk kamu kembali hadir memeluk ku dalam mimpi ku. Ku selalu mengadu kepada-Nya sampai... sampai aku kembali berdoa maka kuat kan aku untuk meridhoi mu dengan apa yang kamu pilih.
Melelahkan. merindukan mu melelahkan.
Gimana yaa aku tanpa kamu dua minggu.
Aku kali ini menjalani tanpa kamu selama 3 bulan lebih dan masih berlajut dengan hanya aku yang tersiksa. Hanya aku.
Ga usah dilihat lagi kalau itu bikin kamu ovethinking, sedih. Jangan dilihat lagi.
Bagaimana aku bisa menghapus apa yang selama ini ku yakini kalau itu sumber bahagia ku? Sumber kekuatan ku untuk bertahan karena aku punya kamu. Karena aku bisa saling dengan kamu.
Marah, sedih, kesal... dan takut. Hanya perasaan-perasaan negatif yang ku punya saat ini.
Bukan hanya kamu, orang lain, bahkan diri ku... aku yang sangat merindukan aku yang ceria itu.
Tunjukan luka terbesar mu, agar aku bisa mencintaimu dengan sangat pada bagian itu.
Show me.
Aku tunjukkan dan ku bagikan, tapi malah menusukmu berkali kali lipat yaa? Tapi ku tak sesali, aku mau kamu tahu luka itu aku mau kamu tahu bukan untuk menyakiti mu. Hanya karena aku tidak mau memulai dengan kamu dari sebuah kebohongan.
Harusnya aku yang pergi kan? Harusnya aku yang pamit kan? harusnya aku yang sadar kalau kamu sama sekali sejak awal tidak bisa ku miliki. Setengah mati... ku mencoba menahan perasaan ku untuk jangan kembali terjatuh.
Kali ini... sangat keras.
Menghindari ku sama sekali tidak membuat aku menjadi lebih baik. Tetapi bersama ku juga tidak membuat kamu menjadi lebih baik.
What should I do?
Karena kembali rasanya sangat berat. Sangat sakit, sangat menyiksa.

0 comments: