Ketiadaan

21:06 LuqyLugy 0 Comments

Deru suara hujan yang jatuh bertemu dengan tanah-tanah, lebih dulu sengaja dibasahi untuk digali dan diisikan seongok manusia yang sudah terbujur kaku dengan balutan kain putih. Sebuah pemakaman, yang saat ini terlihat beberapa orang mulai meninggalkan tumpukan tanah yang semakin basah dengan air hujan. Terlihat juga beberapa orang masih termenung dengan air mata yang menyatu dengan air hujan. Tidak menyangka orang yang selama ini selalu ceria di dalam kehidupan mereka harus pergi lebih dulu karena kerasnya ego seseorang dan dirinya sendiri. 

Sementara itu terlihat seorang laki-laki dengan balutan pakaian serba hitamnya terdiam melihat sebuah makan itu dari kejauhan bahkan tidak ada pergeseran ataupun sebuah payung untuk menyelimuti badannya dari derasnya hujan. Tidak mendekat, tidak menjauh, tidak ada air mata, hanya ada raut muka dan rasa penyesalan yang mungkin akan terus ada sepanjang hidupnya. 


“Kenapa?”
"Sesulit itukah mendengar dan melihat keberadaanku?" 

Laki-laki itu masih terus memandangi tumpukan tanah tadi dari kejauhan walaupun perlahan orang-orang yang tadinya berada di samping tumpukan itu sudah mulai pergi. Tersisa satu orang lagi, yang juga didera rasa penyesalan enggan bergerak. "Emang tega ya? Bahkan senyummu sekarang sudah tak bisa ku lihat lagi?" 

Seorang wanita akhirnya menghampirinya dan melihatnya dengan iba. Wanita tersebut mendekati lelaki itu "Kamu masih bisa melihat fotonya" dan membantu lelaki itu bangun dari samping makam tersebut. "Ayok pulang, ganti baju, kita tidak bisa terus bersedih, tapi tidak bisa melupakan dia juga. Esok kita kembali" Wanita tersebut menuntun lelaki itu meninggalkan makam itu. 

Setelah tidak ada siapapun, lelaki yang sedari tadi melihat dari kejauhan mendekati makam tersebut. Dengan buket bunga di tangannya. 

"Jangan sakit lagi, jangan menangis lagi, jangan berpura-pura lagi. Pergi gak bilang-bilang bukan berarti aku memaafkan mu. Jangan harap. Kita ini sama." 

Setelah mengatakan hal itu dan meletakkan bunganya, dia pergi dan tidak pernah kembali. 

Dua orang saling menghilang dari kehidupan mereka dengan cara yang sama-sama menurut mereka terbaik. Walaupun ternyata itu menyakiti hal-hal yang tidak mereka ketauhi. Ego sekejam itu kah kamu? 

0 comments: