Terluka
Aku sama sekali tidak pernah merencanakan sebuah hal yang ternyata sangat mengikat.Aku tidak pernah membayangkan akan semakin terjatuh kedalam lubang yang ada.
Ah.. Lubang itu sudah ada bahkan jauh sebelum kamu hadir, hanya ku tutupi dengan sebuah kaca tipis. Tidak lebih tipis dari sebuah es yang retak jika dipijak hanya dengan sekali pijakan.
Mungkin ku tak pernah bisa menggunakan kata kiasan seperti yang pernah kau katakan.
Aku beberapa kali mencoba untuk melakukannya dengan tersirat tak pernah bisa bahkan terkesan aneh. Mungkin ini juga akan menjadi suatu tulisan yang aneh.
Siapa kamu?
Telah lama ku sadari aku hampir melupakan bagaimana rasanya terjatuh.
Ah.. Lama sekali hingga aku tidak sadar bahwa luka itu bahkan tidak pernah sembuh.
Hanya semakin membengkak dan semakin rusak tanpa ku sadari.
Hingga akhirnya luka itu membuat aku sadar kembali. Ah ternyata dia terasa sakit.
Ah aku ternyata jatuh lebih dalam lagi, lebih banyak goresan yang ku dapatkan kali ini.
Bukan. Itu semua keputusan ku.
Ketika akhirnya aku memberanikan diriku berada di lubang yang hanya beralaskan kaca tipis itu aku tak pernah berani mengambil resikonya tetapi aku secara perlahan memijaknya.
Aku berdiri dan akhirnya terjatuh tanpa berpikir panjang bahwa sebenarnya aku akan semakin jatuh terperosok.
Tidak, kali ini aku tidak akan melakukan hal yang sama.
Sembuh mengobati luka secara perlahan adalah proses yang akan aku tempuh saat ini.
Aku akan berjanji akan keluar dari lubang itu secara baik-baik.
Tidak, bukan berjanji pada orang lain, untuk diriku sendiri.
Setidaknya jika sudah waktunya tidak ada penyesalan yang kubawa. Aku sudah sembuh dan dapat tersenyum dengan tidak lagi menyimpan luka.
Terima kasih, luka yang dalam benar-benar memberikan pengalam yang dalam juga. Begitu pula pembelajaran dan bagaimana cara untuk bangkit. Aku tidak akan berjanji kalau dikemudian hari akan semakin lebih baik. Biarlah saat ini ku nikmati dengan keadaan ku yang benar-benar baik.
Tuhan, maafkan aku yang selalu lari, izinkan untuk saat ini tidak lagi ada kata lari dan berusaha untuk sembuh. Jika diberikan kesempatan untuk masih memohon, kali ini aku ingin sembuh dan melangkah ke arah yang Engkau pastikan itu baik.

0 comments: