Yeah 22 yo!
Hallooo... Di hari spesial tapi gak pake telur soalnya bukan martabak atau nasi goreng, gue mau share beberapa hal yang benar-benar dari hati terdalam. Dan mau mengakui beberapa hal mungkin baik tersirat maupun tersurat :) happy reading. You can just skip it, cause it will be very personal. Cerita hidup gitu deh, karena ini hari jadi gue yang ke dua puluh dua. Yahh si kembar.21 tahun merupakan tahun yang amat penuh perjuangan buat aku. Cie pake aku ya. Di 21 tahun aku ngerasain yang benar-benar namanya berjuang. Tester kehidupan yang sebenarnya kali ya. Tahun yang amat bikin aku jungkir balik. Kaki di kepala, kepala di kaki.
Dua satu punya arti yang mendalam buat aku dari dulu. Dan pas nulis ini aku baru sadar yaaa angka ini makin aku sayang dan makin aku cinta hahaha!
Di umur dua satu gak semudah yang aku bayangin kayak tahun-tahun sebelum-sebelumnya. Tahun dimana aku sering banget masuk rumah sakit, berjuang sama penyakit perut dan bahkan batu yang sekarang keberadaanya harus dipertanyakan lagi. Awal mulanya ngerasain yang namanya kebersamaan, KKN ngerubah sedikit kehidupan aku untuk menjadi orang yang lebih sabar dan peduli sama orang lain. Membangkitkan sisi kemanusiaan ku yang tidak seberapa ini. Aku orang yang selama ini cuek, bisa dibilang terbiasa banget dikatain sama orang mukanya galaklah, yang akhirnya menjadikan aku galak beneran, gak tegaan. Akhirnya disini aku ngerasain yang namanya sayang sama manusia-manusia yang bahkan terbilang cukup brengsek. Adu argumen tiada henti, hampir mati bareng, yang namanya aku bisa mendahulukan keselamatan mereka dibanding keluarga ku sendiri itu mereka. Disitu aku belajar kalau aku gak sendiri, aku punya teman yang pernah sama-sama ngerasain yang namanya hampir mati bareng-bareng. That's why aku sayang banget sama mereka sampai detik ini.
Berhubungan dengan seseorang yang tidak mudah, dan mengajarkan aku untuk bersikap dewasa, menekan ego, mengalah, bersikap gila dan membuka wawasan dengan amat sangat lebar. Semoga berbahagia selalu yaaa! Aku selalu berdoa yang terbaik buat dia dan siapapun pasangannya sekarang hingga nanti :) Ketika kamu bahagia maka gak ada alasan buat aku sedih terus menerus. Sahabat aku sih yang bilang begini. Dan aku mengamini aku juga harus bahagia. Aku pasti bahagia.
Di umur 21 juga aku belajar bahwa mencari sesuap nafkah atau nasi atau kehidupan itu tidak mudah, bolak balik Jakarta-Bogor setiap hari buat aku sadar kalau uang itu atau kehidupan itu butuh perjuangan yang besar. Soon semoga aku bisa mnejalaninya kembali. Aku amat sangat kangen suasana bekerja. Oke mari selesaikan tangung jawab satu-satu.
Nah, yang mau aku tekani disini aku hampir pernah mau mengakhiri hidup, dan aku sanggup melewati masa-masa itu. Tugas akhir yang tidak bisa ku jalani menjadi salah satu alasan dan hubungan hati yang gak baik-baik aja yang tidak bisa aku kontrol dan tidak bisa aku batasi yang pernah membuat aku berpikiran "Apakah aku benar-benar punya Tuhan?" Tau kah? ketika itu juga adik yang amat ku sayangi menelfon dan membuat aku menghentikan semuanya. Bahkan hingga saat ini aku amat bersyukur hidup ku tidak terhenti di angka 21 dengan cara yang amat bodoh. wkwk. aku terlalu berharga. Aku harus bahagia. setidaknya aku harus membahagiakan diri aku sendiri. Enak aja orang diluar sana dengan segala keterbatasannya bisa bahagia masa aku enggak? Aku bisa kok berteman dengan depresi ku, aku bisa kok berteman dengan perasaan ku yang kacau balau. Terbukti beberapa bulan dengan perlahan aku coba buat konsul ke beberapa teman dan dokter, khususnya perihal sakit yang aku alami. Perlahan-lahan aku bisa tersenyum dan kembali mengatakan aku baik tanpa muka palsu, atau perasaan yang disembunyikan. Aku benar-benar baik. Walau terkadang perasaan sendiri, merasa ditinggalkan, tidak berguna sering menghampiri. Aku akan berjuang paling tidak untuk diriku sendiri. Karena Tuhan ku masih menginginkan aku hidup maka aku harus hidup dengan menjadi lebih baik.
Aku mau buktiin kalau aku bisa. Kalau aku yakin semua hal masalah dan cobaan ada pelajaran yang bisa diambil, gak ada yang instan. Proses memaafkan diriku yang dulu hingga saat ini masih berlangsung, bahkan perasaan ingin mengkahiri semuanya secara instan juga masih ada, bahkan kondisi tidur ku yang tidak baik-baik saja masih ku alami. Tapi aku berusaha buat berteman dengan semuanya. Berteman dengan perasaan-perasaan baru yang aku pelajari gimana cara melewatinya.
Dan yang pasti disini aku mengerti kalau aku gak pernah sendiri. Dan ku terlalu berharga buat mengakhirinya sendiri.
I'm blessed. Masih diberikan support system yang amat sangat mengaggumkan, orang-orang yang sebenarnya amat sangat peduli dan pasti meluangkan waktu buat aku. Aku amat bersyukur masih diberikan keluarga yang lengkap dan saling menyayangi, walaupun terkadang terlalu ribut dengan adu argumennya. Tapi aku merasa itu kehidupan dan cara penyampaian mereka kalau aku tidak sendiri.
Terakhir terima kasih Tuhan atas segala pelajarannya di dunia selama ini dan membuat aku menjadi kuat ingin terus menjadi lebih baik.
Di dua puluh dua tahun ini aku berjanji belajar untuk menghargai diri aku sendiri, dan sayang sama diri sendiri. Di umur ini dan seterusnya aku berjanji aku ingin menjadi orang yang lebih baik, bahkan buat orang lain. :)
Terima kasih yang sudah mau membaca hingga akhir, semoga bisa terus berjuang yaaa. Setiap orang punya masalahnya memang benar dan hanya kamu yang paling tau bagaimana bisa mengatasi masalah itu senyaman kamu dan jangan mudah menyerah yaa.. Setau ku kalau ingin mendapat yang baik tidak akan pernah mudah, dan tidak akan cepat. :) See you soon.

0 comments: