To : Altair - Memaafkan yang tersulit
To: Altairsyah@vmail.comCc:
Subject: Memaafkan yang Tersulit.
Dear, Al
Aku baru aja ngerayain lebaran loh Al. Kamu juga selamat lebaran ya! Akhirnya aku liat postingan lebaran kamu, walaupun sebuah kata-kata poster Happy Ied Mubarak, aku tetap memaafkan kamu Al. Iyaaa.. sudah ku maafkan. Jadi cerita apa yang aku mau ceritakan saat ini? hehehehe.
Memaafkan ternyata hal yang tidak pernah mudah ya Al.. Inget gak waktu kita berantem pas kecil dan gak ada yang minta maaf duluan sampai mama kamu bingung banget, takut kehilangan aku yang cantik ini sebagai anak perempuaannya gara-gara kamu ninggalin aku. Hahaha. Sampai akhirnya besoknya kita lupa aja, tau-tau kamu ke rumah aku ngajak main, ahhh... mungkin ajakan main itu aku anggap sebagai permintaan maaf kamu kali yaa Al. Aku rindu aku kecil. Tidak aku tidak merindukan mu Al. Kamu disana saja kerja dan belajar yang pintar tidak usah menghubungi aku :p
Al.. emosi saat sudah besar amat mengerikan. Aku belajar perasaan-perasaan baru yang membuat aku panik dan hilang akan aku sendiri. Terlalu menakutkan tapi terus aku jalani. Salah satunya memaafkan. Tau gak Al, memaafkan 'aku' yang dahulu amat sangat sulit. Memaafkan aku yang terlalu egois menyakiti hatiku dan tidak mau berbahagia sangat menyakitkan Al. Aku bahkan melawan takdirNya untuk mengatakan aku biasa saja dan tidak pantas bahagia. Aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri Al. Terus-menerus menyalahkan sampai lupa aku menyalahkan aku atas apa? Terlalu banyak. terlalu perih dan sakit.
Bingung yaaa Al... aku harap kita bisa berbicara Al.. benar-benar berbicara. Aku bahkan sulit untuk memperjuangkan apa yang harus aku perjuangkan sekarang, seolah menjalani hidup ini secara tertatih dengan senyuman menutupi semuanya. Aku terlalu takut mengakui bahwa coba saja dulu aku tidak semembangkang ini, bisakah aku bahagia?
tapi taukah Al? orang-orang banyak berbisik padaku. Kamu bisa. Kamu baik-baik saja. Kamu hanya perlu kembali belajar merangkak. Ayo... Tapi setiap ku teringat akannya, aku akan selalu jatuh kembali tertatih, bahkan sekarang aku sudah tidak bisa menangisi semuanya lagi. Perasaan yang menakutkan untuk ku Al. Melelahkan karena terus menerus berlari ditempat yang gak udah-udah.
Sampai bertemu Al. Aku benar-benar membutuhkan mu, berbicara dan menangis di pundak mu. Haruskah aku menemui mu? :) Bercanda. Aku belum mampu meninggalkan ini semua.
Ah iya, doakan aku Al. Sesuatu terjadi and getting worse, ku harap apa yang telah hilang tidak kembali :) menyebalkan memang. Sampai nanti Al!
with love,
to be 22yo!
ps: ah aku mau kado yaa AL! hahaha. Mencintai mu dengan sangat Al. :)

0 comments: