...
Aku mendengarnya menendangkan lagu dengan ceria...Teringat akan senyumnya...
Perempuan itu dengan wajah cerianya menatap layar hp yang digenggamnya, earphone terpasang di kedua telinganya yang tertutup jilbab hitam. Aku amat sangat mengingat hari-hari dimana aku hanya mampu melihatnya saja. Ah lebih tepatnya membayangkan apa yang dia pernah lakukan.
Sudah sebulan dia meninggalkan kita semua.
Dibalik senyuman konyolnya dan cerita-cerita absurdnya dia selalu mengatakan aku baik-baik saja.
Hei ayo tersenyum.
Ah sial aku menangis lagi. Harus kah aku mengunjunginya sesekali?
Aku masih membencinya. Terlalu jahat dia memutuskannya sendiri.
Yaa... walau sangat menyayanginya aku membencinya.
Benci, dia tega meninggalkan semuanya tanpa berkata apapun.
Dia kalah direngut oleh depresi tanpa ada orang yang tahu akan hal itu.
Aku membencinya.

0 comments: