Memaafkan

16:27 LuqyLugy 0 Comments

 
Memaafkan? 
Apa arti sebuah maaf? Apakah dengan kata maaf bisa mengembalikan semuanya? Tidak. Jawaban yang sudah amat pasti ya... Karena memaafkan memang selalu menjadi salah satu hal tersulit. Setidaknya buat aku. Seseorang yang selalu mengucap maaf tanpa benar-benar tulus akan hal itu. 

Dimaafkan? 
Semantara yang satu ini selalu menjadi pertanyaan dalam diri. Apakah seseorang benar-benar sudah memberi ampun atas semua kesalahan? atau hanya di mulut mereka berkata, "Iya aku maafkan." Menurut ku, untuk memaafkan seseorang memerlukan hati yang amaaat sangat lapang, keberanian untuk kembali menerima orang itu dalam hidup tanpa kembali mengungkit kesalahan yang telah mereka buat. Suatu hal yang kadang sulit juga untuk dilakukan. 

Aku pernah membaca cerita Nabi Muhammad SAW memaafkan salah seorang umat yang saat perang memakan hati pamannya. Tahukah dalam cerita itu nabi berkata, "Aku maafkan tetapi aku tidak ingin engkau menunjukan wajah mu di hadapan ku." (untuk yang ini kalau aku ada salah mohon dikoreksi). Yang ingin aku tunjukan di dalam tulisan ini, bahkan perihal dimaafkan dan memaafkan itu adalah suatu hal yang berat, rumit bagi sosok yang amat mulia di dunia ini, apalagi untuk aku yang hatinya bahkan tidak ada sepersepuluh lapangnya dari hati Nabi. 

Hubungan itu sudah pasti terdiri dari naik dan turunnya, masalahnya, bahagianya, tangisnya, ketawanya, amarahnya. Namun akhir-akhir ini sepertinya kami memendam tangis kami sendiri dan berbagi tawa bersama. Amarahnya ditelan bulat-bulat tanpa pernah diutarakan. Akhirnya yang bisa ku lakukan adalah memarahi diri sendiri dan menyelahkannya. Bahkan keadaan yang tak bisa berkata apapun menjadi samsak amarah ku. 

Memaafkan berarti juga menerima. Ikhlas kalau memang takdir sudah menulis hal itu yang akan terjadi. Tapi yang banyak terjadi amarah yang muncul karena jalan ini bukan jalan yang ingin aku lalui. Saat ini, aku sadar bukankah menjalaninya akan lebih mudah dengan berjalan saja dan menikmati perjalanan itu dari pada terus menerus fokus pada amarah dan menyalahkan kenapa jalan ini yang harus dilalui. 

Tulisan ini, aku tulis masih dengan nuansa lebaran. Tahun ini aku ingin mengucap hal dengan tulus kalau aku memohon maaf pada orang-orang yang secara tidak langsung mungkin aku lukai hatinya dengan kata-kata juga perbuatan ku. Aku mohon maaf sebesar-besarnya walau aku tahu memaafkan memang tidak pernah mudah. Aku mohon maaf. 

Dan yang terakhir, aku tahu kadang aku lupa. Tahun ini aku ingin memaafkan diri sendiri pelan-pelan tapi yakin kalau aku juga bisa memaafkan diri ini. Berhenti menyalahkan aku dan mulai berjalan bersama aku, aku, dan aku. Semoga tahun ini menjadi tahun yang baik. Karena hidup ada kalanya tidak mudah, bahkan cederung selalu tidak mudah. Tapi kita yakin kita bisa. 

Selamat memaafkan dan dimaafkan. 

0 comments: