Curcol : Funiculi Funicula

18:18 LuqyLugy 0 Comments

 
Whooooaaaa... 

Mungkin bagi sebagian orang familiar sama novel ini dengan Before The Coffee Gets Cold karya Toshikazu Kawaguchi. Novel yang menurut gue agak lebih tipis dari kebanyakan novel lainnya jadi salah satu novel yang sebaiknya lo baca. Perhatiin gak sih? Curcol gue selalu novel dan pasti banyaknya novel healing. Nah, pasti ketebak kan yaaa novel ini itu salah satunya juga novel healing. 

pict by me 

Ada beberapa hal yang bikin beda sama novel-novel sebelumnya, novel ini lebih to the point. Jarang menggambarkan dengan kata-kata kiasan. Gue membaca novel ini, lebih banyak melihat pesan-pesan tersirat. Jadi kayak kita sendiri yang merasakan perasaan tokoh-tokoh itu. Bukan antara dialog sang tokoh tapi lebih banyak kita mendeskripsikan apa yang dirasa si tokoh. 

Karena bercerita dari orang ketiga jadi si maha tahu ini lebih banyak memperlihatkan kata-kata seperti menitikkan air mata yang bisa kita rasa kalau si tokoh sedih, atau haru. Karena alurnya cepat yaaa dan gue bacanya yang terjemahan Indo, kayaknya kalau mau baca lebih baik baca versi English nya sekalian. Jujur, gue yang baca versi Indo masih agak kagok. Gue sempat baca versi Englishnya di Scribd lebih enak. Kenapa gak dilanjutin? Biasa, keterbatasan untuk memperpanjang subscribe jadi yaa gue mengalah.

Di lain sisi novel ini paket lengkap. Bercerita tentang cafe ajaib yang bisa membawa pengunjungnya ke masa lampau atau masa depan membuat gue tertarik. Salah satu syaratnya mereka bisa ke masa lalu atau masa depan tetapi mereka tidak akan pernah bisa mengubah apa-apa. Jadi percuma dong? bukannya kita pergi melampaui waktu ingin merubah sesuatu? Banyak hal di dunia ini dan karakter orang yang bisa kita tau kalau ternyata ada hal yang memang gak bisa diubah tapi setidaknya ada kesan yang bisa diperbaiki. 

Funiculi Funicula jadi salah satu novel cinta dari berbagai sudut hubungan. Setiap babnya dinamai dengan kekasih, suami istri, adik kakak, sampai akhirnya ibu dan anak, dan semua babnya membekas di hati gue. Khusus di cerita dua terakhir malah sukses bikin gue nangis. Tapi gue emang anaknya gampang nangis sih kalau baca novel. Worth it gak sih baca novel ini? Worth it kok. Gue suka, walaupun gak yang suka banget, tapi novel ini cukup menginspirasi gue yang akan menulis suatu tulisan tentang menghargai sebuah pertemuan. 

Salah satu quote dari novel ini, 

Manusia tidak melihat dan mendengar sesuatu secara objektif. Segala sesuatu yang tertangkap mata dan telinga akan terdistorsi banyak faktor dalam benak manusia,... 
See you... dengan keadaan gue yang lebih baik dan suasana yang baru. 

P.s : gue mau pindahan per Juni mungkin bakal ada yang baru :)

0 comments: