Curcol : Jika Kucing Lenyap dari Dunia
Hallo, gue gak tau kapan tulisan ini bakal di post. Tapi kayaknya bakal gue tulis aja dulu. Kenapa gak langsung di post sih? Gue produktif. Tapikan butuh jadwal buat uploadnya. Wkwkwwkwk. Teuteeeeepppp. Hahahaa.
Semoga hari kalian semua yang baca ini lagi baik yaaa. Kali ini gue mau cerita buku yang judulnya Jika Kucing Lenyap dari Dunia. Novel ini berasal dari salah satu penulis Jepang yaitu, Genki Kawamura. Iyaaa... Coba deh baca profil penulisnya lo pasti bakal kaget. Gue juga baru tau, jadi kaget sendiri. wahhh...
Buku ini terbitin sama pernebit BACA. Terdiri dari 255 halaman dan alur maju buat gue banyak merenung sih soal novel ini. Kenapa beli novel ini? Tentu karena ada kucingnya. Enggak ding, itu salah satu alasannya tapi yang bikin gue penasaran novel ini banyak yang suka, terus bercerita tentang seorang lelaki yang mengidap penyakit kanker.
Sebagai pecinta kucing, bucin banget sama kucing udah pasti gue gak mau ngehilangin kucing demi apapun. Apapun. Tapi apakah ceritanya akan beda jika itu menghilangkan sesuatu demi nyawa sendiri? Iyap, bercerita tentang seorang lelaki yang terkena penyakit kanker berkesempatan memperpanjang hidupnya satu hari dengan menghilangkan sesuatu. Jadi kalau mau hidup lebih lama dia harus menukarkan setiap satu hari dengan benda atau sesuatu yang ingin dihilangkan.
Ini novel separuh fantasi? karena setelah divonis lelaki ini memiliki kemampuan melihat iblis. Iyap, jadi mereka berdua melakukan perjanjian satu hari hidup = menghilangkan sesuatu dari dunia. Tapi novel ini bukan novel yang serem banget mentang-mentang ada iblisnya. Hahahaha. Novel ini lucu kok, penggambaran si iblis ini juga baik, lucu, walaupun tetap licik. Ahhh jangan lupa ada si kucing yang diberi nama Kubis. Kucing lamanya yang sudah meninggal diberi nama Selada.
Novel ini alurnya agak slow bercerita dari hari senin sampai dengan hari minggu yang menjadi tiap babnya. Saran gue kalau mau pause baca kalau udah selesai satu bab, tapi susah juga sih soalnya ketika berhenti di satu bab lo akan penasaran ke bab selanjutnya.
Gaya penulisan yang ringan juga banyak bertanya tentang arti kehidupan buat gue kadang harus merenung baca bukunya. Banyak banget yang mau disampaikan dalam novel ini, cuman kadang si pembaca harus berulang kali merenung. Kayak ngerasa, "ahhh masa iya sih?"
Baca novel ini sama seperti lo belajar kehilangan sesuatu di hidup lo. Kadang sebenarnya hal yang ada disekitar kita kalau dihilangkan kita juga akan merasa bosen? Akan mati, kalau kehilangan benda itu? Ternyata enggak juga tuh. Kita masih mampu hidup. Justru terkadang hidup menjadi lebih baik tanpa benda itu.
Gue suka banget sama bab jika kucing lenyap dari dunia. Suka sekali.
Ah iyaa... ada beberapa part yang juga bikin gue nangis karena bercerita tentang keluarga. :) Emang ya family issue tuh benar-benar kayak luka yang ditaburi garam. Padahl cerita orang jauh banget berbeda dari cerita diri sendiri tapi tetap aja rasa empati nya cepat banget buat gue nangis sampe bengkak. Kayak sesaaaaakkkk banget gitu baca ceritanya.
Oke segitu dulu, kalau penasaran mungkin bisa segera di check out teman-teman. Karena novel ini salah satu novel yang worth to buy.
Tidak lengkap kalau gak ada quotesnya. Jadi di akhir gue mau sampein quotes yang paling gue suka dari novel ini,
Konon, konsep kematian hanya dimiliki oleh manusia. Bagi kucing tak ada ketakutan terhadap kematian. Karena itulah, manusia memilihara kucing sambil merasakan ketakutan dan kesedihan terhadap kematian meski itu perasaan yang hanya dialami manusia.

0 comments: