Curcol : Luka Cita
Sebenernya gue ada ngerasa bosen, kok yang gue tulis terus-terusan soal curcol novel. Tapi disela-sela kerjaan yang 'wahhh luar biasa'. Ini jadi healing juga buat gue. Baca novelnya curi waktu banget. Hahaha. Gue happy sama kehidupan yang sekarang, Alhamdulillah. Tapi yaa emang atur waktunya masih berantakan. Doain yaaa. Berusaha tersenyum di setiap tugas-tugas kuh. Hahaha.
Oke kali ini gue mau bahas anaknya Mba Valerie Patkar yaitu Luka Cita. Setelah dibuat bengkak sejadi-jadinya di Serangkai. Bukunya kali ini lumayan cukup buat gue diem sih. Baca buku ini after taste-nya tuh, "Apa yang sebenarnya gue mau?" "Apakah gue udah cukup sayang sama diri gue sendiri?" "Apakah gue masih ngerasa kalau gue gak terlalu baik buat orang lain?" "Gue pantes banget sih dibilang orang jahat."
![]() |
| pict by me |
:)
Cukup banyak tokoh di sini. Karena bukunya juga lumayan tebal, jadi penggambaran tokoh-tokohnya buat gue cukup puas. Buku ini bahas tipis soal family issue dan klimaksnya di akhir sih pas bahas lukanya Javier. Cuman ada beberapa hal yang kayaknya menurut gue kurang aja pendalaman ceritanya. Tokoh utamanya Javier, dan perempuannya Utara. Iyaa paham, bukan... itu nama orang, bukan nama mata angin.
Utara yang kehilangan rasa percaya dirinya dengan catur malah terjebak oleh anak perusahaan Nota Group yang bernama Pengantara. Pengantara ini semacam agensi kreatif yang terdiri dari orang-orang yang ternyata penuh luka. Nah, cerita tentang orang-orang Pengantara ini cukup fokus. Jadi kita semacam punya alur untuk kenal kalau sifat Javier sebenarnya gak sebrengsek itu. Karena penerimaan dia ke beberapa orang. Cerita tentang dia memperjuangkan teman-temannya itu yang jadi penuntun kita untuk lebih kenal Javier.
Rada rumit. Karena yang diangkat soal mencintai diri sendiri dan mau berjuang buat diri sendiri. Gimana sih rasa lo yang kayaknya terpuruk tapi yaudah emang gitu adanya diri lo. Sampai akhirnya ada orang yang nampar lo ngasi tau kalo lo tuh terpuruk tapi itu semua bukan salah lo. Orang yang benar-benar peduli.
Luka hati itu gak bisa disembuhin sama orang lain, hanya diri lo sendiri. Karena orang lain kan gak punya hak atas diri lo sendiri. Mau sekuat tenaga lo minta tolong sama orang lain buat sembuhin diri sendiri, gak akan bisa. Karena yang punya kontrol diri lo buat sembuh cuman diri lo sendiri. Orang lain tuh sifatnya sementara, menemani jauh sekali dari kata menyembuhkan. Itu yang gue rasain. Semakin yakin setelah baca buku ini.
Dan akhirnya itu juga yang akan diajarkan buku ini. Buku ini seolah bilang, "Gak semuanya itu salah lo yang harus lo tanggung. Stop nyalahin diri sendiri dan menghukum diri lo sendiri dengan hukuman yang bahkan bukan atas kesalahan lo." Kadang membenci itu memang lebih mudah, tetapi lebih lelah juga. :) Jadi pilihan lo, mau memilih untuk membenci atau memaafkan. Iyap, bahkan memaafkan untuk diri sendiri.
Gue gak paham atau emang gue yang emang gak terlalu peka, tapi penyelesaian masalahnya Javier agak rancuuuu? Wkwkwkwk. Well, atau emang gue punya ekspektasi yang tinggi buat Javier. Oya, cara mencintai ala Utara dan Javier ini seru loh. Bisa dicoba ;)
Buku ini perihal sembuh dan lebih mengharagai diri sendiri.
Gue harus bertanggung jawab atas perasaan gue sendiri, dan orang lain harus bertanggung jawab atas perasaan mereka. That's how life works. - Utara
"ternyata dengan menyayangi orang yang sangat menyayangi kita, dengan kita hargai perasaan mereka, keberadaan mereka... artinya kita juga sedang menyayangi diri kita sendiri. By loving someone who loves you truly, it's how you treasure yourself as well."
Untuk quotes yang terakhir gue baru sadar juga pas baca buku ini. Dan sekarang rasanya gue mau sayang sama orang... Hahahaha. Kek telat banget. Tapi yaudah, masa lalu gue jadiin pelajaran berharga dan kalo jodoh gue dateng gue gak ragu buat sayang sama dia. Semoga yaa...
![]() |
| pict by me |



0 comments: