Curcol : Love From A to Z
[Warning! Spoiler]
Halllo! Selamat datang kembali dengan curhatan gue. Kali ini mau bahas novel yang judulnya Love Form A to Z karya S.K. Ali. Pertama kalinya gue baca novel karya S.K.Ali. So, reaksi gue sihh... lumayan kok. Novelnya bagus untuk ukuran orang-orang yang baru mengenal romance. Hahahahahaha, Sok tua banget gue. Kalau temen gue baca kayaknya bakal bilang, "Emang lu tua."
Let's Go! Mari dibahasssss~
![]() |
| pict by me |
The Marvels of Creations and The Oddities of Existence
Inti dari semua cerita mereka adalah ini. Keajaiban dan Keganjilan. Novel ini berkisah tentang dua manusia yang menurut gue memiliki kepribadian cukup berbeda namun ternyata mereka bisa saling melengkapi. Dan mereka memiliki satu kesamaan yang membuat salah satu dari mereka akhirnya tanpa sadar menarik perhatian tokoh yang lainnya. Yep, kesamaannya adalah mereka berdua sama-sama menulis Jurnal Keajaiban dan Keganjilan.
Sudut pandang yang dipakai dalam novel ini adalah sudut pandang orang pertama. Kita masuk kedalam cerita sebagai si tokoh yang sedang menulis jurnalnya lalu dikisahkan cerita mengenai jurnal itu. Anehnya ini sama sekali tidak terasa aneh. Gue pribadi baca novel ini nyambung aja. Berasa yang mereka tulis itu adalah bagian yang juga mereka ceritakan. So far gue suka dan gak bikin bingung.
Sebenanrnya novel ini tipe yang bisa dihabiskan sekali duduk. Tapi lagi-lagi karena di dunia kenyataan perputaran kehidupan semakin cepat jadi gue sendiri butuh waktu baca ini selama 4 bulan dengan jeda 3 bulan. Hahahahaha. Iya lama banget. Karena mungkin gue baca novel itu paralel, sama baca novel yang lainnya.
Iyaps. Awal cerita emang cukup membosankan bagi gue yang mengira ini semacam cerita orang dewasa. Ternyata ini menceritakan sosok perempuan yang vokal akan keadaan islamphobia yang sebentar lagi meninggalkan bangku SMA dan kisah seseorang lelaki misterius yang harus berhenti kuliah karena satu dan lain hal (This is will be spoiler, kalau kalian tau kalian bakal diem. Terus semacam bilang, "HAH?").
Awalnya gue pikir, okayyyy... novelnya agak berat yaaa, dan gue membutuhkan yang agak ringan sebenarnya mungkin ini yang buat gue menjeda membaca novel ini hingga 3 bulan. Wkakakakaka. Tapi ternyata setelah sampai beberapa bab konflik yang disajikan menarik. Sayang di awal-awal buat gue agak sedikit membosankan.
Sampai akhir novel ini cukup menarik kok. Bercerita tentang penerimaan dan saling memahami dengan mengikuti 'aturan' yang ada pada Islam. Namun lagi-lagi gue merasa agak sayang dalam penyelesaian konflik yang dialami oleh Zayneb. Oya, sampai lupa dua tokoh ini bernama Zayneb dan Adam.
Kurang greget, gak ada adu argumen yang membuat masalah itu selesai. Karena menurut gue, masalah tersebut legit untuk diperdebatkan dengan amat seru.
Saatnya beberapa quotes,
"... Saat memulai sesuatu, apa pun itu, pastikan mengawalinya dengan indah. Lakukan dengan benar untuk Mom dan Dad. Lakukan dengan benar menurut akidah agama kita. Langkah awal akan menentukan keindahan seluruh langkah, oke?.." - Sadia (Kakak Perempuan Zayneb)
Gue suka banget sama nasihat ini. Benarkan apapun yang dimulai dengan indah dan sesuai kaidah gue rasa akan dapat kebahagiaan yang indah pula.
Menggunakan sudut pandang bahwa sekalipun dalam momen-momen tersedih dalam hidup, masih ada keajaiban yang bisa dilihat, didengar, dan disentuh. - Adam
Dari quotes yang dikasi Adam gue baru sadar akhir-akhir ini gue selalu melihat segala sesuatu dari satu sudut pandang. Jurnal Keganjilan dan Keajaiban benar-benar membantu kita untuk melihat suatu kejadian baik itu masalah ataupun hal-hal absurd dari segala sisi.
Tuhan tidak mungkin kan hanya memberikan cobaan tanpa hikmah dibalik itu. Selalu ada. Pasti ada kebaikan dalam tiap-tiap kejadian. Begitupun keburukan? Hahahaha. Yaaa kalau ada kebaikan mengapa harus memilih keburukan kan?
Oke. Kayaknya gue udah ngoceh kebanyakan. Sampai jumpa di curcol selanjutnya. ASAP gue tulis.
Bubuy :)


0 comments: