Forget I Exist by Sam MacPherson
Hallo?? Hahahaha. Sudah lama banget gue ga pernah nulis lagi tentang lagu. Kali ini lagunya spesial. Iyaps. Kayak martabak, pake telur. Nasi goreng juga ga sih kalo spesial tuh pake telur? Oke. Maaf jokes gue garing banget. Nyebelin banget opening-nya. Sama, gue juga kesel kok bukan lo aja yang baca. Semoga tetep mau baca sampai bawah yaa hehehehe.
So, lagu ini tuh spesial karena kadang gue merasa lagu ini mewakili keadaan gue yang sekarang. Tapi kapan sih gue cerita soal lagu yang ga relate sama kehidupan gue? Ya ga? Iyaa menulis kayak gini buat gue kayak healing aja. Forget I Exist, ga sengaja ketemu gara-gara gue seneng denger lagu Coping. Terus genre lagu gue tiba-tiba jadi lagu-lagu indie barat. Untungnya enak yaa, selera gue. Thanks to Spotify. Sementara Sam MacPherson in juga gue ga tau hidupnya kayak apa. Satu-satunya lagu yang gue denger cuman ini deh.
Lagunya gak sampe 3 menit. Seperti biasa gue suka banget bagian bridge nya. Tapi gue tulis perlahan-lahan yaaa. Baru bisa gue tulis juga akhir-akhir ini, pertama karena sudah tidak sibuk-sibuk banget. Mau lebaran yeay! Kedua, karena everything seems like okay right now. I'm proud of us!
Tenang lagunya ga bikin sedepresi itu kok. Setidaknya setelah berkali-kali gue denger, yaaa gue masih bisa oke dan malah jadi santuy menghadapi dunia yang lagi ngajarin gue macam-macam hal tentang kehidupan. Panjang banget prolognya.
![]() |
| pict by Spotify |
Of course I do
Tentu saja aku lakukan
Try not to think about you
Mencoba untuk tidak memikirkanmu
But of course I do
Yaa tentu saja aku lakukan
Awal putus kan emang gitu yaaa, siapa juga yang mau mikirin hal yang menyakitkan? hayo yaa pasti berusaha banget lah buat skip bagian hidup yang itu. Capek. Tapi semakin mau ngelupain malah makin inget terus. Part ini sih yang gue juga sebel sama diri sendiri. Hehehe.
Have you tried moving on without you
Pernah ga kamu mencoba moving on tanpa kamu
It's impossible to do you're impossible to lose
Itu hal yang tidak mungkin untuk dilakukan, tidak mungkin menghilangkanmu
Itu hal yang tidak mungkin untuk dilakukan, tidak mungkin menghilangkanmu
Subconsciously thought I wasn't allowed to
Pikiran secara tidak sadar tidak membolehkanku
Dasar manusia bodoh, yang gue mau juga, hari kita putus gue ngelupain lo terus bergerak maju seolah-olah antara kita tuh bukan apa-apa. Beruntungnya adalah lo masuk salah satu jajaran manusia yang gue sayang banget. Jadinya ngelupain, ngehilangin lo tuh kayak sesuatu yang gak mungkin. Bahkan semua itu terjadi tanpa gue sendiri sadari. Kira-kira liriknya cerita begitu.
I was just waiting for some kind of sign
Aku menanti tanda-tanda
That there's not a world where it's not you and I
bahwa dunia ini ada untuk kita berdua
Jadi gini, harapan semu? Duh, emang sih yang paling nyiksa tuh berharap sama apa yang ga seharusnya diharapkan. Ngomong sama ngetik aja tuh gampang. Penerapannya beuh susah parah. Boleh ga sih gue berharap suatu saat nanti bakal ada 'kita'? Soalnya gue ga mau ada dunia yang ga ada 'kita'-nya. Duileeeee, kalau kata kaka gue sih begitu kira-kira bilangnya. Gue baru tau loh sesayang sama orang dipaksa pisah tuh begini susahnya :") Hehehe.
But this is the end
Tapi ini telah berakhir
The plot doesn't twist
Plotnya tertebak
You'll never love me again like you did
Kamu tidak akan mencintaiku lagi seperti yang dulu kamu lakukan
Kamu tidak akan mencintaiku lagi seperti yang dulu kamu lakukan
You might always be
Kamu mungkin akan selalu menjadi
Kamu mungkin akan selalu menjadi
Someone I miss
Seseorang yang aku rindukan
Seseorang yang aku rindukan
But it's okay if you forget I exist
Tapi tak apa, jika kamu melupakan keberadaanku
Tapi tak apa, jika kamu melupakan keberadaanku
Forget I exist
Melupakan keberadaanku
Forget I exist
Melupakan keberadaanku
Chorus-nya. Gue pengen bilang deh kadang sama dia, yaudah kalau memang udah lupain aja gue ada di dunia ini. Tapi ga bisa. Ga bisa. Pernah juga gue mikir kalau gitu apa enaknya putus baik-baik, mending putus ga baik-baik deh, kalo bisa benci sekalian. Lagi-lagi ga bisa. Nah bagian lagu ini mungkin ga terlalu relate sama hidup gue, karena ternyata mungkin dulu-dulu mantan gue juga berharap kayak begini. Gue malah santuy aja ngehubungin dia, atau tanyain kabarnya? karma? Aksi sama dengan reaksi sih. Gue ngebayangin deh kalo doi baca tulisan gue yang ini. Rada serem soalnya takut dia jadi mikir aneh-aneh. Tapi dia bukan tipe yang mikir aneh-aneh sih. Paling ketawa-tawa ga jelas. Padahal aslinya mikir. Gue bener-bener gapapa. Awas yaa. Cerita lagu doang.
Of course I tried
Tentu saja aku mencoba
Blaming it on the timing
Menyalahkan waktu
But at the time
Tetapi disaat yang bersamaan
Tetapi disaat yang bersamaan
Life was hard and you helped me survive it
Hidup sangat berat dan kamu menolongku melaluinya
Bener. Kata siapa yang nyalahin waktu lo doang. Gue juga, di depan lo aja gue sok strong bilang "ga ada yang salah sama waktu kok" padahal mah iyaa beneran gue salahin juga, gue omelin tuh si waktu. Kenapa sih?! Heh?! Abis itu gue omelin diri gue sendiri kenapa gue gak lebih berani dulu. Kenapa gue ga paksa lu buat mikir. Tapi 'yaudah yaaa...' yakan? paham kan lo? Bahkan sampai detik ini dunia lagi berat-beratnya dengan segala kekurangan yang gue punya lo masih tetap di samping gue dengerin celotehan gue. Makasih yaaa. Ini sih lebih ke surat terbuka buat dia bukan makna lagu. Haha. Tapi nanti kalau gue buka lagi tulisan ini ketika keadaannya udah berubah mungkin sama kayak detik ini gue nulisnya, tersenyum.
Aku tidak akan pernah membencimu
Or let someone replace you
Atau membiarkan seseorang menggantikanmu
Atau membiarkan seseorang menggantikanmu
But of course I tried
Tetapi tentu tlah ku coba
Tetapi tentu tlah ku coba
Of course I tried
Now all that's left is being strangers again
But this is the end
Tapi ini telah berakhir
The plot doesn't twist
Plotnya tertebak
You'll never love me again like you did
Kamu tidak akan mencintai ku lagi seperti yang dulu kamu lakukan
You might always be
Kamu mungkin akan selalu menjadi
Someone I miss
Seseorang yang aku rindukan
But it's okay if you forget I exist
Tapi tak apa, jika kamu melupakan keberadaanku
Forget I exist
Melupakan keberadaanku
Lanjut yaaa, kan udah di atas. Hehe. Nanti terlalu menjiwai tulisannya.
tentu saja aku coba
"Suatu saat jangan benci gue yaa" Kapan sih gue bisa benci sama lo? sampai detik ini jawaban itu masih sama. Kapan emangnya membenci tuh bisa menyelesaikan masalah? Tapi penyelesaiannya ga akan pernah seperti itu kan? Menggantikan lo juga pernah kok gue coba tanpa sadar, tapi ternyata malah lebih nyiksa. Jadi yaudah, berdamai dengan segalanya. Semua. Terima aja.
We're no longer lovers and we're no longer friendsKita tidak lagi kekasih dan juga teman
Now all that's left is being strangers again
Semua yang tersisa adalah menjadi orang asing lagi
Sebenarnya ketakutan terbesar gue adalah menjadi asing dan ketidakpedulian. Ketika kita sama-sama lagi tidak peduli akan satu sama lain. Ketika gue sudah tidak mengerti keadaan lo dan lo juga sudah tidak bisa membagi apapun dengan gue. Semua itu. Jadi part lagu ini yang kembali menjadi asing gimana sih? Sedih ya? Pasti sedih banget. Sedih sedih banget yaa? Tiba-tiba putus terus dianggap ga ada, plot ceritanya juga ga berubah eh malah jadi asing. Yaa Allah gue bayanginnya aja dah sedih banget. Yap ini bagian bridge-nya yang gue sukaaaa banget.
Tapi ini telah berakhir
The plot doesn't twist
Plotnya tertebak
You'll never love me again like you did
Kamu tidak akan mencintai ku lagi seperti yang dulu kamu lakukan
You might always be
Kamu mungkin akan selalu menjadi
Someone I miss
Seseorang yang aku rindukan
But it's okay if you forget I exist
Tapi tak apa, jika kamu melupakan keberadaanku
Forget I exist
Melupakan keberadaanku
Lanjut yaaa, kan udah di atas. Hehe. Nanti terlalu menjiwai tulisannya.
It's okay if you forget everything that you promised
Tak apa jika kamu melupakan apa yang telah kamu janjikan
It's okay if you forget all the things that we wanted
Tak apa jika kamu melupakan semua yang telah kita inginkan
If my name is something that you no longer acknowledge
Jika tidak mau mengenal namaku lagi
It's okay it's okay it's okay
Tak apa, tak apa
Tak apa jika kamu melupakan apa yang telah kamu janjikan
It's okay if you forget all the things that we wanted
Tak apa jika kamu melupakan semua yang telah kita inginkan
If my name is something that you no longer acknowledge
Jika tidak mau mengenal namaku lagi
It's okay it's okay it's okay
Tak apa, tak apa
Terus dia minta udahan nih, ninggalin gitu aja. Yaudah gapapa. Gapapa kok kalau semua yang dulu-dulu dilupakan, dibuang, gapapa. Ga mau kenal gue juga gapapa. Karena ngapain memaksakan jika memang yang berjuang cuman sendirian. Yakan? Gapapa. Inget ga ada yang pernah bilang lebih baik dipegang daripada memegang. Berat. Bertahan sama yang ga mau dipertahankan. Gue nulisnya senyum loh, serius. Senyum. Suer, Demi Allah ga ada sedihnya.
But this is the end
Tapi ini telah berakhir
The plot doesn't twist
Plotnya tertebak
You'll never love me again like you did
Kamu tidak akan mencintai ku lagi seperti yang dulu kamu lakukan
You might always be
Kamu mungkin akan selalu menjadi
Someone I miss
Seseorang yang aku rindukan
But it's okay if you forget I exist
Tapi tak apa, jika kamu melupakan keberadaanku
Forget I exist
Melupakan keberadaanku
Tapi ini telah berakhir
The plot doesn't twist
Plotnya tertebak
You'll never love me again like you did
Kamu tidak akan mencintai ku lagi seperti yang dulu kamu lakukan
You might always be
Kamu mungkin akan selalu menjadi
Someone I miss
Seseorang yang aku rindukan
But it's okay if you forget I exist
Tapi tak apa, jika kamu melupakan keberadaanku
Forget I exist
Melupakan keberadaanku
Yak itu tadiiiiiiiii. Melupkan kebaradaan ku tuh kadang hal-hal yang gue cita-citakan karena, yang ada dibayangan gue akan lebih mudah aja. Tapi ternyata engga kok. Tuhan lagi ngajarin gue buat belajar wahai manusia, tak segampang itu. Iya siap. Kan ku lalui semuanya dengan berani walau banyak tangis air mata~ Ea. Yak sekian. Selamat malam minggu semuanya! :)


0 comments: