Curcol : Convenience Store Women (Gadis Minimarket)
Kembali lagi dengan cerita tentang buku yang aku baca. Kali ini aku mau cerita soal buku Gadis Minimarket. Kayaknya tahun ini aku baca beberapa buku atau novel Jepang terjemahan dan anehnya baru sadar akhir-akhir ini. Hohoho. Ada apakah ini?
![]() |
| pict by me |
Buku ini karya Sayaka Murata, bercerita tentang seorang perempuan yang tidak seperti manusia kebanyakannya. Gadis Minimarket menurut aku sebuah cerita dengan slow pace tapi maknanya besarrrr sekali.
Seperti perempuan kebanyakan di usia 30 bakal ditanyain sama tetangga atau teman-teman jalan hidupnya mau kemana? masa mau gitu-gitu terus? yang emangnya kenapa kalau si manusia mau begini-begini terus??? siapa tau yang jalanin hidup ngerasa itu ga begitu-gitu aja. Aduh ngetiknya emosi.
Yaa ternyata gak di Indonesia aja yang akan selalu ditanya 'Kapan?' tapi di Jepang juga loh. Kenapa yaa warga Asia nih gak bisa chill sedikit. Well, baru aja aku baca di twitter kalau ternyata lebih baik menikah telat tapi bertemu dengan pasangan yang tepat. Nah di buku ini gak terlalu membicarakan pernikahan sih. Nyelip aja itu, agak nyambung dikit lah sama yang aku bahas.
Habis baca buku ini pertanyaan yang ada pada aku tuh, "Memangnya manusia normal itu yang seperti apa sih?" "Manusia kebanyakan itu yang kayak gimana?" "Kenapa realita sosial menciptakan timeline hidup yang padahal mungkin mereka sendiri juga tersiksa dengan timeline itu?" contohnya buat perempuan, "Umur 25 paling engga udah nikah.", "Umur 28 punya anak satu." Wow.
Nah di buku ini, kita diberikan overview gimana Fukura dengan keterbatasannya menghadapi dunia. Gimana dia yang dianggap 'tidak normal' belajar untuk bisa bertahan hidup di dunia. Aku baca buku ini selama dua minggu padahal tipis banget. Larat lumayan tipis. Tapi isinya bagus. yaa 3,5/5. Untuk bacaan di kereta dari Jakarta sampai Surabaya bisa sih bawa buku ini. Ada beberapa hal mungkin yang bikin kamu menghela napas panjang karena saking lelahnya mengikuti alur yang agak lambat.
Satu lagi yang buat aku suka sama buku ini kalau setiap orang punya perannya masing-masing dalam kehidupan orang lain. Dia gak akan bisa jadi dirinya sendiri di depan orang lain atau orang yang satunya lagi karena cara menghadapi tiap orang beda-beda. Mungkin dalam hidup ini kita punya banyak topeng.
Menurutku, saling memengaruhilah yang menjaga kita tetap menjadi manusia.
Dunia normal adalah dunia yang tegas dan diam-diam selalu mengeliminasi objek yang dianggap asing. Mereka yang tak layak akan dibuang.
Yakk itu tadii cerita aku tentang Gadis Minimarket! Bubuyy...


0 comments: